E-Commerce Ditarget Menyumbang Omzet TIKI Hingga 30 Persen

Direktur Komersial IKI Rocky Nagoya mengatakan andil e-commerce terhadap omzet perseroan sudah mencapai 30 persen selama semester I/2019. Sebagian besar masih disumbang oleh segmen ritel dan korporasi.  
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  06:17 WIB
E-Commerce Ditarget Menyumbang Omzet TIKI Hingga 30 Persen
Titipan Kilat (Tiki) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan pengiriman ekspres, PT Citra Van Titipan Kilat atau TIKI, menargetkan kontribusi dagang elektronik bisa mencapai 35 persen terhadap pendapatan perusahaan akhir tahun ini setelah tahun lalu menyumbang 20 persen. 

Direktur Komersial IKI Rocky Nagoya mengatakan andil e-commerce terhadap omzet perseroan sudah mencapai 30 persen selama semester I/2019. Sebagian besar masih disumbang oleh segmen ritel dan korporasi.  

"E-commerce ke depan ini unik. Angka 30 persen itu minimal karena ada yang belum bisa kami identifikasi secara sempurna apakah ini mengirim individu atau sebagai seller," ujarnya di sela-sela pameran Pasar Idea 2019, Kamis (15/8/2019).

Sejauh ini, TIKI  berkongsi dengan dua raksasa marketplace di Tanah Air, yakni Tokopedia dan Bukalapak. Perusahaan pengiriman yang berdiri sejak 1970 ini membuka peluang kerja sama dengan marketplace lain.

Beberapa produk dagang-el yang kerap dikirim melalui jasa Tiki berupa barang elektronik, peralatan rumah tangga, dan makanan. TIKI tidak menutup kemungkinan pengiriman barang e-commerce bervolume besar, seperti mesin cuci, alat fitness, juga sepeda motor. 

Rocky menuturkan, peluang mengerek pendapatan dari dagang el terbuka lebar mengingat marketplace sering menawarkan harga barang lebih murah ketimbang penjualan offline, khususnya pada momen tertentu, seperti Lebaran.

Untuk menopang target dari segmen e-commerce dan mendekatkan diri ke pelanggan, TIKI telah mengembangkan TIKI Aplikasi yang dapat diunduh melalui Android. Aplikasi ini memungkinkan konsumen dapat mengetahui besaran biaya pengiriman, memilih jenis layanan pengiriman TIKI, dan melacak secara real time status barang kiriman. Pelanggan juga dapat mengakses layanan Jemput Online (Jempol) melalui aplikasi itu.

"UMKM bisa langsung mengetikkan nama dan penerima, nanti muncul nomor booking. Mereka tinggal ke Tiki terdekat, langsung ditampilkan, dan historical data-nya ada di aplikasi," jelas Rocky.

TIKI pun melakukan inovasi dengan menciptakan produk Same Day Service (SDS) dan Over Night Service (ONS) untuk pengiriman dalam sehari. 

Selain itu, perusahaan yang memiliki jaringan operasional di 65 kota besar di Indonesia tersebut menawarkan fitur Cashless yang memudahkan reseller platform belanja online untuk melakukan pengiriman tanpa perlu membayar tunai di gerai TIKI.  "Itu salah satu yang bisa memperkenalkan kami bahwa kami ini sudah jaman now," ujar Rocky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiki, pengiriman barang

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top