Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tantangan Utama Pengembangan Panas Bumi di Indonesia

Harga jual listrik ke PT PLN (Persero) masih menjadi tantangan utama pengembangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) yang terus didorong pemerintah untuk ditingkatkan baurannya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  16:36 WIB
Petugas mengontrol sumur bor produksi KMJ 71 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit I Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (28/2). - Antara/Adeng Bustomi
Petugas mengontrol sumur bor produksi KMJ 71 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit I Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (28/2). - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA Harga jual listrik ke PT PLN (Persero) masih menjadi tantangan utama pengembangan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) yang terus didorong pemerintah untuk ditingkatkan baurannya.

Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi mengakui kendala terbesar dalam pengembangan panas bumi memang masih pada persoalan kemampuan beli PLN. Walaupun demikian, menurutnya pemerintah telah melakukan sejumlah cara untuk menghadapi persoalan tersebut. 

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah program pengeboran eksplorasi oleh pemerintah atau government drilling

"Masalah utama adalah harga keekonomian proyek yang tidak match dengan PLN. Pemerintah sudah ada itikad baik untuk menjembatani, saya punya keyakinan pasti ada peningkatan," katanya, Selasa (13/8/2019).

Dia mengungkapkan pada tahun ini akan ada tambahan kapasitas terpasang PLTP sebesar 185 megawatt (MW).

Keempat pembangkit tersebut, yakni PLTP Lumut Balai Unit I di Sumatera Selatan berkapasitas 55 MW yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PLTP Muara Laboh Unit 1 di Sumatera Barat oleh Supreme Energy berkapasitas 80 MW, PLTP Sorik Merapi 1 di Sumatera Utara oleh Sorik Merapi Geothermal Power 45 MW, dan Sokoria 1 di NTT oleh Sokoria Geothermal Indonesia berkapasitas 5 MW.

Pada tahun lalu, hanya ada dua PLTP yang mulai beroperasi komersial. Pertama, PLTP Sarulla Unit 3 di wilayah kerja panas bumi (WKP) Sibual Buali, Sumatera Utara, dengan kapasitas 110 MW. Kedua, PLTP Karaha di WKP Karaha Cakrabuana, Jawa Barat, dengan kapasitas 30 MW.

"Kami memang sangat membutuhkan dukungan pemerintah, salah satunya adalah percepatan investasi, harga jual listrik sesuai keekonomian proyek," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN panas bumi
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top