Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keberadaan Tol Trans-Sumatra Bakal Picu Kenaikan Trafik Penyeberangan

Saat ini, baik Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni sudah terkoneksi dengan jalan tol. Sejak Maret 2019, jalan tol Bakauheni—Terbanggi Besar sudah beroperasi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  17:34 WIB
Pelabuhan penyeberangan Merak di Kota Celegon, Provinsi Banten. - Bisnis/Abdullah Azzam
Pelabuhan penyeberangan Merak di Kota Celegon, Provinsi Banten. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan meyakini pengoperasian jalan tol Trans-Sumatra bakal mengerek trafik angkutan penyeberangan di lintas Merak—Bakauheni.

Ketua Umum Gapasdap Khoiri Stuomo mengatakan bahwa keberadaan jalan tol akan merangsang pertumbuhan moda angkutan darat, baik kendaraan pribadi, umum, maupun barang. Terlebih, tren harga tiket pesawat yang membubung membuat moda transportasi darat kian dilirik.

"Sekarang kan masyarakat punya alternatif, lewat darat. Dengan adanya jalan tol itu pasti memicu [trafik]. Kami sudah antisipasi dengan menyiapkan armada [kapal]," jelasnya kepada Bisnis, Senin (12/8/2019).

Saat ini, baik Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni sudah terkoneksi dengan jalan tol. Sejak Maret 2019, jalan tol Bakauheni—Terbanggi Besar sudah beroperasi.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melansir, jalan tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 189 kilometer bakal diresmikan pada September 2019.

Selanjutnya, jalan tol Kayu Agung—Palembang—Betung seksi 1 ruas Kayu Agung—Jakabaring sepanjang 33,40 kilometer bakal beroperasi. Walhasil, lintas Lampung-Palembang dalam waktu dekat bakal terhubung lewat jalan tol dan membuat waktu tempuh hanya 5 jam.

Di sisi lain, Gapasdap menilai kapasitas dermaga di Pelabuhan Merak dan Bakauheni perlu ditingkatkan untuk mengurangi antrean sandar.

Saat ini terdapat tujuh dermaga di Pelabuhan Merak dan enam dermaga di Pelabuhan Bakauheni.

"Katakanlah enam dermaga beroperasi, kapal yang bisa bersandar hanya 30, selebihnya menganggur. Idealnya ada 14 dermaga," jelasnya.

Khoiri menambahkan bahwa infrastruktur pelabuhan juga perlu dilengkapi dengan pemecah gelombang sehingga operasional dermaga tidak terganggu oleh cuaca.

Pembenahan infrastruktur di pelabuhan penyeberangan ini, lanjut Khoiri, perlu menjadi prioritas karena kehadiran jalan tol akan memicu trafik kendaraan dalam jumlah besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

feri penyeberangan gapasdap trans-sumatra
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top