Pertamina Revisi Volume Tumpahan Minyak di Laut Utara Karawang

PT Pertamina (Persero) merevisi volume tumpahan minyak dari sumur YYA-1, Proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ), di laut utara Karawang dari 3.000 barel per hari menjadi sekitar 600 barel per hari.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  17:20 WIB
Pertamina Revisi Volume Tumpahan Minyak di Laut Utara Karawang
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) merevisi volume tumpahan minyak dari sumur YYA-1, Proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ), di laut utara Karawang dari 3.000 barel per hari menjadi sekitar 600 barel per hari.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu mengakui estimasi tumpahan sebanyak  3.000 barel per hari menyesuaikan dengan kesiapan alat untuk menangani kecelakan operasi migas ini.

"Dalam crisis management, kita harus overreact. Sejauh ini, tangkapan 400-600 barel per hari, kemudian mengoreksi [pernyataan awal] 3.000 barel itu. Kita estimasikan berapa alat yang dibutuhkan jika tumpahannya sebesar itu," tuturnya, dalam konferensi pers, Kamis (8/8/2019).

Saat static oil boom ditempatkan pada 20 Juli lalu, tercatat ada 93,4 barel per hari yang ditangkap, kemudian mulai meningkat pada 29 Juli menjadi 278,2 barel per hari.

Selanjutnya, tumpahan minyak yang ditangkap menjadi 460,53 barel per hari pada 3 Agustus dan mencapai tangkapan tertinggi sebanyak 529,83 barel per hari.

Dharmawan menambahkan saat ini pihaknya fokus untuk melakukan pengeboran relief well hingga 67 hari mendatang.  Per 7 Agustus, PHE telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.

“Jika sekarang kita lihat rata-rata flat, itulah kenyataan yang kita lihat dari sumur ini. Kita monitor terus ini, berapa spill yang terhasilkan,” katanya.

Terkait dengan jumlah kapal, lanjut Dharmawan tidak semuanya digunakan untuk spill combat. Adapula kapal untuk logistik, bunkering, kapal crew dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, tumpahan minyak

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top