Pengembang Jepang Garap 21 Proyek Residensial di Jakarta & Sekitarnya

Pengembang asal Negeri Sakura tersebut mulai tertarik mengembangkan proyek residensial di wilayah Jakarta sejak 2 tahun lalu.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  17:37 WIB
Pengembang Jepang Garap 21 Proyek Residensial di Jakarta & Sekitarnya
Daftar proyek yang digarap pengembang Jepang. - Sumber: Colliers International Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Potensi serapan pasar yang besar di Indonesia menjadi salah satu dorongan para pengembang asing untuk membangun proyek mereka, termasuk para pengembang asal Jepang yang terus membangun proyek residensial di beberapa titik di sekitar Jakarta.

Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa para pengembang asal Negeri Sakura tersebut mulai tertarik mengembangkan proyek residensial di wilayah Jakarta sejak 2 tahun lalu.

"Para pengembang Jepang akan tetap aktif mencari portfolio investasi mereka di Indonesia apalagi pascapemilu," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (6/8/2019).

Berdasarkan riset Colliers, pengembang Jepang masih berfokus di area pusat Kota Jakarta.

Adapun, pada tahun ini, terdapat 21 proyek residensial yang berada di kawasan Jabotabek.

Terdapat dua proyek pengembang Jepang yang ditargetkan beroperasi tahun ini yakni Glendale Park Orange Country di Bekasi proyek patungan Mitsubishi Coorporation dengan Lippo group serta The Zora di kawasan BSD City proyek patungan Mitsubishi Coorporation dengan Sinarmas Land.

Kemudian, terdapat empat proyek yang dicanangkan akan beroperasi pada 2020 yakni Kawan Golf Residence proyek kerja sama Creed Group Japan dan Jababeka Residence di Bekasi, Opus Park proyek milik PT Izumi Sentul Realty di Sentul.

Selain itu, yakni Aerium proyek kerja sama milik Sinarmas Land, Shimizu, dan Itochu di Jakarta Barat serta Dharma Tower milik PT Dharma Tatemono Property di Dharmawangsa Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Ferry mengatakan bahwa pengembang Jepang masih fokus berekspansi di sektor residensial, tetapi sudah ada yang mulai masuk ke area komersial dan ke depannya mereka akan mulai membangun proyek perhotelan.

Dia menilai strategi ekspansi yang dilakukan Jepang sangat berbeda dengan China, yang cenderung memilih kawasan yang bisa dibangun dari awal, sedangkan Jepang mencari daerah di tengah kota yang sudah didukung oleh banyak akses, baik pasar ataupun infrastruktur.

Namun, tidak menutup kemungkinan pengembang Jepang mulai membangun proyek di titik-titik lain. Mereka akan melakukan investasi selama dinilai pasarnya cukup bagus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pengembang asing, Investasi Jepang

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top