Belum Dapat Nomor MMSI untuk Mengaktifkan AIS Kapal? Ini Caranya!

Perusahaan pelayaran sempat mengemukakan kekecewaan karena sosialisasi yang kurang lengkap menyangkut penetapan nomor Maritime Mobile Services Identities untuk mengaktifkan sistem identifikasi otomatis kapal. 
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  06:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan pelayaran sempat mengemukakan kekecewaan karena sosialisasi yang kurang lengkap menyangkut penetapan nomor Maritime Mobile Services Identities untuk mengaktifkan sistem identifikasi otomatis kapal. 

Ketua DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Nuryono Ruata mengatakan banyak anggotanya tidak tahu soal perlunya registrasi online untuk mendapatkan nomor Maritime Mobile Services Identities (MMSI). 

Menurutnya, banyak pemilik kapal memasukkan nomor contoh yang ada di manual karena keterbatasan pengetahuan. Alhasil, sistem identifikasi otomatis (AIS) tidak dapat diaktifkan. 

Para pemilik kapal baru mendapat penjelasan belakangan bahwa nomor MMSI bisa didapatkan secara online. Beberapa pemilik kapal pun harus membeli lagi perangkat AIS karena perangkat yang telanjur salah nomor tidak dapat diatur ulang.

Berikut ini prosedur bagi pemilik kapal yang ingin mengajukan permohonan penetapan nomor MMSI, sebagaimana dipaparkan oleh Kasubdit Telekomunikasi Pelayaran Dian Nurdiana baru-baru ini. 

1. Badan usaha mengajukan permohonan kepada Dirjen Perhubungan Laut cq Direktur Kenavigasian.

2. Pemohon melakukan registrasi secara online dengan login ke website aplikasi online e-licensing pada alamat http://hubla.dephub.go.id:82/e-licensing untuk mendapatkan username dan password, yang notifikasinya akan diperoleh melalui e-mail pemohon.

3. Pemohon mengajukan surat permohonan layanan penetapan MMSI kapal dengan meng-input data dan meng-upload persyaratan lengkap secara online melalui aplikasi e-licensing. Persyaratan itu mencakup fotokopi surat izin Stasiun Radio Kapal dari Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), fotokopi akta pendirian perusahaan, keanggotaan AAIC (Accounting Authority Identification Code),
buku Laporan Hasil Pemeriksaan Radio Kapal (Untuk perseorangan fotokopi KTP, gross akte kapal).

4. Pemohon menerima notifikasi penetapan MMSI melalui e-mail dan langsung mencetak sendiri.

5. Kasubdit Telekomunikasi Pelayaran memberikan e-signature pada surat penetapan permohononan MMSI melalui aplikasi online.

6. Kepala Seksi Operasi melakukan verifikasi dan validasi secara online serta meneruskan hasilnya ke Kasubdit melalui aplikasi e-licensing.

7. Petugas operator melakukan pemeriksaan data dan kelengkapan permohonan secara online melalui aplikasi e-licensing serta meneruskan kepada kepala seksi. 

8. Ditjen Hubla melaporkan/notifikasi ke OSS setelah izin terbit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal, Kemenhub

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top