Jalan Tol Ini Menjadi Akses ke Kawasan Wisata Danau Toba

Pembangunan jalan tol oleh PT Hutama Marga Waskita itu ditargetkan beroperasi pada 2020.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  10:51 WIB
Jalan Tol Ini Menjadi Akses ke Kawasan Wisata Danau Toba
Jalan tol di Gerbang tol Tebing Tinggi - Sei Rampah siap dioperasikan, Sumatra Utara, Minggu (24/3/2019). - ANTARA/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberi dukungan konstruksi dua seksi jalan tol Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat.

Jalan tol sepanjang 143,50 kilometer ini akan menjadi akses baru ke kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa jalan tol itu bakal mempermudah akses menuju Danau Toba yang tengah dikembangkan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

“Akses jalan yang makin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (2/8/2019).

Basuki menambahkan bahwa jalan tol Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat terkoneksi dengan jalan tol Medan—Kualanamu—lTebing Tinggi (MKTT) sepanjang 61,72 kilometer dan jalan tol Belawan—Medan—Tanjung Morawa (Belmera).

Pembangunan jalan tol Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat digarap oleh PT Hutama Marga Waskita, perusahaan patungan yang dibentuk oleh PT Hutama Karya (Persero),  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Waskita Toll Road. Jalan tol ini ditargetkan beroperasi pada 2020.

Menurut Basuki, pembangunan jalan tol yang menelan investsi Rp13,4 triliun ini terdiri atas enam seksi. Keenam seksi itu yakni seksi 1 Tebing Tinggi—Inderapura (20,40 kilometer), seksi 2 Inderapura—Kuala Tanjung (15,60 kilometer), seksi 3 Tebing Tinggi—Serbelawan (30 kilometer), seksi 4 Serbelawan—Pematang Siantar (28 kilometer), seksi 5 Pematang Siantar—Seribudolok (22,30 kilometer), dan seksi 6 Seribudolok—Parapat (16,70 kilometer).

Dari enam seksi tersebut, pemerintah memberi dukungan pembiayaan untuk dua seksi guna meningkatkan tingkat kelayakan investasi.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk dukungan konstruksi pada seksi 5 dan seksi 6. Progres kedua seksi tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan.

Sementara itu, PT Hutama Marga Waksita mengerjakan konstruksi pada seksi 1—4. Progres pembebasan lahan di seksi 1 saat ini mencapai 63,70 persen dan progres konstruksinya 18,1 persen.

Adapun, progres pembebasan lahan di seksi 3 dan seksi 4 masing-masing 82 persen dan 22,75 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, danau toba

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top