Rusunawa Stikes Hafshawaty di Probolinggo Diresmikan

Pembangunan rusunawa untuk mahasiswa pada dasarnya merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  17:13 WIB
Rusunawa Stikes Hafshawaty di Probolinggo Diresmikan
Ilustrasi: Rusunawa ITB di Sumedang. - dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meresmikan rumah susun sederhana sewa untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Sejak 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR berkomitmen membangun 728 menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan total 44.893 unit dalam kurun waktu 3 tahun.

Adapun, pada 2019, ditargetkan pembangunan rusunawa sebanyak 137 menara dengan jumlah 6.873 unit.

Pembangunan rusunawa bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, nelayan, santri, dan mahasiswa.

Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid menyebutkan bahwa salah satu rusunawa yang baru diresmikan, yaitu untuk Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur diharapkan bisa bermanfaat mendukung proses belajar dan pembinaan mental dalam meningkatkan mutu generasi muda Indonesia.

“Mereka yang tinggal di rusunawa dapat memupuk sikap toleransi antarsesama penghuni untuk saling menjaga suasana tertib,” kata Khalawi melalui siaran pers, Senin (29/7/2019).

Khalawi mengatakan bahwa pembangunan rusunawa untuk mahasiswa pada dasarnya merupakan salah satu bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.

Dengan makin terbatasnya lahan perumahan ke depan dan meningkatnya kebutuhan hunian, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melatih dan membentuk karakter generasi muda untuk tinggal di hunian vertikal.

Rusunawa dengan tinggi empat lantai ini berkapasitas 50 unit kamar tipe 24 itu muai dibangun pada 2018 dengan anggaran APBN sebesar Rp10,20 miliar.

Rusunawa itu telah dilengkapi dengan jalan lingkungan, jaringan air bersih, drainase, sanitasi, listrik, dan setiap unitnya tersedia lemari, tempat tidur, meja, dan kursi.

Di Jawa Timur, Kementerian PUPR pada 2018 telah membangun sebanyak 45 menara rusunawa, terdiri atas 27 menara dibangun oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan (Satker Bangrum) dan 18 menara oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Jawa Timur.

Adapun, pada 2019, rusunawa yang dibangun di Provinsi Jawa Timur sebanyak 24 menara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusunawa, rumah susun

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top