Bisnis Kosmetik Indonesia Makin Moncer

Bisnis kosmetik di Indonesia dinilai makin berkembang dan cemerlang. Menurut data Euromonitor International, bisnis beauty personal care tumbuh rata-rata 9% per tahun. Pertumbuhan bisnis kosmetik dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat, promosi, digitalisasi, dan gaya hidup.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  15:02 WIB
Bisnis Kosmetik Indonesia Makin Moncer
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Bisnis kosmetik di Indonesia dinilai makin berkembang dan cemerlang. Menurut data Euromonitor International, bisnis beauty personal care tumbuh rata-rata 9% per tahun. Pertumbuhan bisnis kosmetik dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat, promosi, digitalisasi, dan gaya hidup.

 “Perkembangan bisnis kosmetik di Indonesia sangat super baik, seiring dengan beauty personal care itu masuk consumer goods yang kontribusinya lebih kurang 50% dari total ekonomi Indonesia,” kata Bryan Tilaar, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, unit bisnis Martha Tilaar Group, belum lama ini.

Menurutnya, bisnis kosmetika makin cemerlang karena didukung oleh karakteristik produknya yang merujuk pada sesuatu yang cantik dan sehat. Hal ini membuka kesempatan bagi industri kosmetik agar makin baik prospeknya di masa mendatang.

“Bisnis Martha Tilaar Group kita canangkan tumbuh di 15% pada tahun ini, dari berbagai macam bisnis yang didiversifikasi,” ujar Bryan. Terkait dengan produk beauty personal care yang terdiri dari tata rias, jamu, skin care, perawatan tubuh dari Martina Berto-Martha Tilaar Group, pertumbuhannya dinilai selaras dengan pertumbuhan industri yakni 9%.

Martina Berto, sebagai bisnis unit Martha Tilaar Group, mengelola produk-produk beauty personal care dengan cara meningkatkan ekuitas merek, customer equity, pengembangan retail, dan lain-lain.

Martina Baerto terus melakukan berbagai pengembangan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Produk tata rias misalnya, Bryan mengatakan bahwa pihaknya menyesuaikan warna-warna yang cocok dengan generasi milenial. “Soal produk kosmetik halal, itu juga kami penuhi,” ujarnya.

Salah satu produk Martina Berto yakni Sariayu Martha Tilaar kini giat dalam kampanye fearless beauty. “Artinya produk kami tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan sehingga aman untuk digunakan,” kata Bryan lagi.

Dengan berbagai merek produk kosmetik seperti Belia, Biokos, Caring Colour, Cempaka, Mirabella, Dewi Sri Spa, Rudi Hadisuwarno, PAC, dan Sariayu, Martina Berto konsisten memberikan pilihan pada konsumen Indonesia dari berbagai segmen usia. “Beberapa produk kami dipakai oleh uniseks, jadi tidak hanya menyasar perempuan saja,” ujar Bryan.

Soal persaingan dan ramainya pemain bisnis industri kosmetik tidak diambil pusing oleh Bryan. Baginya, persaingan adalah hal yang biasa dalam bisnis. Bahkan sebenarnya, kehadiran pemain lain dalam bisnis kosmetik juga membawa angin segar bagi Martha Tilaar Group.

“Produk kosmetik artis misalnya, banyak yang memproduksi produknya pada kami yakni di unit bisnis contract manufacturing,” ujarnya. Peluang bisnis untuk memproduksi produk beauty personal care untuk pemain bisnis kosmetik lainnya ini juga dinilai menjanjikan.

“Orang ingin berbisnis shampo, tata rias, kosmetik, dan sebagainya tetapi belum memiliki pabrik atau bagian risetnya, mereka dapat memproduksinya lewat kami,” ujarnya. Perusahaan-perusahaan kosmetik regional, nasional, internasional, dan global dilayani oleh unit bisnis contract manufacturing di Martha Tilaar Group.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top