Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUMAH BERSUBSIDI : Perumnas Juga Menunggu Tambahan Kuota FLPP

Dalam pengembangan perumahan, Perumnas mengalokasikan 20 persen—30 persen produknya untuk dijadikan hunian bagi MBR.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  06:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Perumnas juga masih menantikan tambahan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.

Direktur Pemasaran Perumnas Anna Kunti mengatakan bahwa saat ini BUMN itu masih membangun hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang masih tersedia.

Dalam pengembangan perumahan, Perumnas mengalokasikan 20 persen—30 persen produknya untuk dijadikan hunian bagi MBR.

"Memang sudah sempat diskusi dengan [Bank] BTN juga, untuk bulan Agustus kalau sudah ada kuota baru ya, harapannya kami bisa teruskan lagi pembangunan untuk MBR itu. Jadi, sama-sama sekarang kita masih menghabiskan kuota yang ada,” ujar Anna kepada Bisnis, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) Budi Satria mengatakan bahwa dari bank tersebut dipastikan kuota FLPP akan habis.

Bersama dengan asosiasi pengembang, katanya, BTN sudah meminta agar Menteri Keuangan menaikkan kuotanya.

“Kuota tahun ini kurang lebih separuh dari tahun lalu, kamit minta disamain. Kami minta supaya tahun ini ditambah sekitar 100.000—140.000 unit. Nah dari permintaan itu menteri [Menteri Keuangan] sebenarnya menyambut baik karena berarti minatnya tinggi,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (24/7/2019).

Selain itu, Anna menjelaskan bahwa Perumnas sepanjang tahun ini menargetkan pendapatan Rp2,50 triliun. Adapun, hingga Juli sudah terealisasi sampai Rp900 miliar. Hingga akhir tahun ini, BUMN perumahan itu tetap optimistis target dapat tercapai.

“Masih banyak proyek kami yang bisa diandalkan terutama yang perumahan tapak baru saja dan baru mau di-launching. Porsinya dari pendapatan yang sudah ada 50:50 dari rumah tapak dan high rise,” sambung Anna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perum perumnas flpp rumah subsidi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top