Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KOTA PINTAR : Pengembangan Masih Hadapi Kendala

Pengembangan kota pintar saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan di Indonesia. Namun, pengembangannya saat ini di beberapa wilayah masih terkendala beberapa hal.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  06:10 WIB
Smart City. - Bisnis.com
Smart City. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan smart city atau kota pintar di Indonesia semakin luas. Pemerintah Daerah dan pengembang swasta berlomba-lomba untuk menjadikan kotanya dan mengembangkan proyeknya untuk bisa menjadi kota pintar.

CEO Technology Business Sinar Mas Land Irvan Yasni mengatakan bahwa pengembangan kota pintar saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan di Indonesia. Namun, pengembangannya saat ini di beberapa wilayah masih terkendala beberapa hal.

“Jadi, ketika pemda suatu daerah ingin coba mengembangkan smart city, mereka banyak yang cuma copy paste dari kota sebelumnya atau tetangganya. Jadi, fungsi dari penerapan smart city itu jadi enggak maksimal,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (22/7/2019).

Menurut Irvan, sebelum suatu daerah ingin mengembangkan kota pintar, pemdanya harus terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah, serta memiliki visi dan misi sendiri sehingga manfaat dari pengembangan kota pintar bisa dirasakan oleh penduduknya.

“Jadi, kebanyakan masih diada-adain, tapi manfaatnya belum bisa dirasakan oleh masyarakat. Selain identifikasi, perlu ada juga edukasi supaya nanti ketemu solusi seperti apa yang dibutuhkan masing-masing daerah, bisa saja enggak cuma teknologi, tapi juga edukasi,” lanjutnya.

Penerapan kota pintar di Indonesia saat ini sudah banyak, terutama di kota-kota besar, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Manado. Namun, kebanyakan pengembangannya masih terfokus pada pengelolaan lalu lintas.

Salah satu penerapan kota pintar yang ada di Jakarta adalah E-Tilang. Menurut Irvan, dengan adanya E-Tilang bisa memenuhi persyaratan menjadi kota pintar, yaitu mempermudah kinerja suatu kota.

Saat ini sudah banyak kemudahan yang ditawarkan dari penerapan smart city.  Contohnya dalam transportasi. “Kita sudah bisa memantau moda transportasi yang akan dinaiki sudah sampai di mana atau berapa lama lagi tiba.”

Kemudian, kata Irvan, masalah lalu lintas. Pengguna jalan juga bisa memantau jalan mana yang akan dilalui, seperti apa lalu lintasnya, dan bisa melihat kondisi jalan langsung dari CCTV yang bisa diakses secara daring.

Selanjutnya, pengembangan kota pintar juga sudah ke lapisan pemerintah. Dengan penerapan kota pintar di pemerintahan, penduduk bisa melakukan pelaporan langsung lewat media sosial yang bisa langsung dilihat oleh pemerintah, dan pelaporan juga bisa mengetahui tindak lanjut dari laporan mereka.

Untuk pengembangan selanjutnya, kota pintar, kata Irvan, bisa diterapkan dan dinikmati di segala aspek, tidak hanya di lalu lintas, tetapi juga pada cara belanja, bepergian, mendapat pelayanan publik, hingga bagaimana penduduk bisa merasa aman dan nyaman di tempat mereka tinggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas land smart city
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top