Ini 2 Hal yang Pengaruhi Revisi Amdal Lapangan Banyu Urip

Lapangan Banyu Urip sudah bisa memproduksi hingga 225.000 barrel oil per day (BOPD).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  14:44 WIB
Ini 2 Hal yang Pengaruhi Revisi Amdal Lapangan Banyu Urip
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA -- Kendati sudah mampu memproduksi hingga 225.000 barrel oil per day (BOPD), pengujian tingkat tinggi di Lapangan Banyu Urip terus dilakukan hingga data yang dikumpulkan dinilai cukup.

Setelah kelayakan fasilitas produksi didapatkan, barulah Exxonmobil Cepu Limited bersama SKK Migas mengajukan revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan selain AMDAL, analisis dampak sosial juga diperlukan.

"Konsultasi publik juga diperlukan," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (19/7/2019).

Sejauh ini, lanjut Erwin, High Rate Test (HRT) masih terus berlangsung dengan baik dan aman. Data SKK Migas menunjukkan produksi dari Lapangan Banyu Urip sudah mencapai 220.000 barel per hari (bph) per Juni 2019. Dalam HRT ini, SKK Migas mencoba kemampuan produksi sampai ke 225.000 bph.

Sebelumnya, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan pengujian HRT dilakukan dalam 1 musim kemarau dan 1 musim hujan. Dengan melihat data uji coba selama 6 bulan, nantinya akan disiapkan untuk data perubahan AMDAL.

"Kami belum dapat datanya dari Exxonmobil Cepu Ltd., tapi pengujian maksimal 6 bulan. Kita lihat sekarang, cuaca pun tidak menentu," tuturnya.

Selain fokus meningkatkan produksi di Banyu Urip, Exxonmobil Cepu Limited sedang menyelesaikan proyek Lapangan Kedung Keris yang akan berkontribusi sebesar 3.800 bph.

Proyek Full Well Steam Kedung Keris merupakan satu dari 13 proyek hulu migas dengan produksi 240.000 barel setara minyak per hari yang dijadwalkan beroperasi sepanjang 2019. Adapun untuk proyek ini, ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Erwin mengungkapkan pengerjaan pemasangan pipa sudah selesai 50 persen dan diharapkan tepat waktu beroperasi pada akhir 2019. Adapun Exxonmobil Cepu perlu membangun pipa sepanjang 16 kilometer (km).

"Minyak dari Lapangan Kedung Keris akan dikirim ke Lapangan Banyu Urip untuk diproses sebelum dikirim ke FSO Gagak Rimang," tambahnya.

Fasilitas terapung ini ditambatkan 23 km di lepas Pantai Utara Tuban pada kedalaman laut 33 meter secara permanen. Fasilitas itu juga dapat berputar 360 derajat di sekitar menara tambat karena pada menara tambat terpasang swivel yang dilengkapi flexible jumper hoses guna mengalirkan minyak dari swivel menuju fasilitas penyimpanan terapung tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, banyu urip

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top