Konversi Diesel ke LNG untuk Pembangkit Listrik Ditarget Tahun Depan

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menargetkan konversi pembangkit listrik tenaga diesel yang sebelumnya menggunakan bahan bakar marine fuel oil atau MFO menjadi liquid natural gas atau LNG dapat dilakukan pada tahun depan. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  12:15 WIB
Konversi Diesel ke LNG untuk Pembangkit Listrik Ditarget Tahun Depan
Pekerja melakukan pemeliharaan rutin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menargetkan konversi pembangkit listrik tenaga diesel yang sebelumnya menggunakan bahan bakar marine fuel oil atau MFO menjadi liquid natural gas atau LNG dapat dilakukan pada tahun depan. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pihaknya bersama PT PLN (Persero) sedang melakukan perencanaan agar konversi tersebut dapat dilakukan pada tahun depan. Perencanaan tersebut utamanya pada persiapan sarana dan prasarana maupun infrastruktur di bagian midstream atau penyaluran LNG tersebut. 

Menurutnya, PLN telah menentukan dari mana pasokan gas tersebut berasal (upstream) untuk disalurkan ke pembangkit (downstream). Hanya saja, meskipun distribusi LNG (midstream) telah diupayakan PLN melalui anak usahanya, yakni PT PLN Gas dan Geothermal (GG), biaya yang dikeluarkan terbilang mahal sehingga membutuhkan mitra baru. 

"Di midstream kita butuh pengangkut. Selama ini kan gede-gede, sementara gak mungkin kalau yang ini jalan-jalan. Itu baru permasalahan carrier belum dermaganya," katanya, Rabu (17/7/2019). 

Menurutnya, pemerintah telah memfasilitasi PLN untuk bertemu sejumlah calon mitra yang akan mengurus distribusi LNG tersebut. Terbaru, Kementerian ESDM telah mempertemukan PLN dengan calon mitra dari Jepang. 

Dia meyakini seharusnya pada tahun depan konversi sudah bisa dilakukan karena hanya tinggal menunggu rampungnya perencanaan distribusi. Hal itu didukung oleh kemampuan produksi gas Indonesia dan permintaan konversi dari diesel ke gas yang sudah ada.

"Kita sudah fasilitasi, cuma pemerintah gak perlu lagi masuk ke situ karena sudah ranah negosiasi korporasi," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, PT Nusantara Regas menargetkan mengirimkan 37 kargo LNG untuk pembangkit listrik PLN pada 2019. Sementara pada 2018 lalu, anak usaha patungan antara Pertamina dan PGN tersebut mengirimkan 33 kargo LNG untuk memenuhi kebutuhan tiga unit pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang ada di Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan data PLN, total kapasitas PLTD di Indonesia hingga kuartal I/2019 mencapai 4.973 MW dan PLTG atau gas uap (PLTGU) maupun mesin gas (PLTMG) mencapai 17.178 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lng, kementerian esdm, pembangkit listrik

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top