Ini 3 Fase Pembangunan Terminal Khusus LNG di Teluk Lamong

Pembangunan terminal khusus liqufied natural gas (LNG) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akan dilakukan melalui tiga fase.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  11:07 WIB
Ini 3 Fase Pembangunan Terminal Khusus LNG di Teluk Lamong
Ilustrasi - Terminal LNG - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan terminal khusus liqufied natural gas (LNG) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akan dilakukan melalui tiga fase, yakni pembangunan fasilitas regasifikasi di lepas pantai, pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil, dan pembangunan tangki LNG permanen.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso mengungkapkan bahwa anak usaha PGN yakni PT PGN LNG Indonesia (PLI) bekerja sama dengan PT Pelindo Energi Logistik (PEL) selaku lini usaha Pelindo III di bisnis logistik energi, akan menggarap tiga fase pembangunan Terminal Teluk Lamong tersebut.

“Dalam skema distribusi dan transmisi gas, pasokan LNG dapat dikapalkan dari sumur di Bontang/Tangguh, bahkan [termasuk] LNG impor, apabila pasokan LNG domestik tidak mampu lagi memasok kebutuhan LNG untuk domestik,” ujarnya, Rabu (26/6/2019).

Dia melanjutkan, LNG yang baru datang tersebut akan ditampung di terminal LNG yang mempunyai fasilitas storage (penyimpanan) sementara dan dipecah atau breakbulk dengan filling unit untuk penjualan ritel.

Dengan begitu, LNG bisa langsung mengalir ke konsumen melalui jaringan pipa. Selain itu, LNG juga dimungkinkan untuk dilakukan pendistribusian melalui truk kepada konsumen ritel (LNG trucking).

Pada fase pertama, pembangunan akan fokus kepada fasilitas regasifikasi di kawasan lepas pantai dan menggunakan storage sementara, dengan utilisasi kapal LNG ukuran sedang yang sesuai ukuran jetty (dermaga) yang sudah ada di Terminal Teluk Lamong.

“Perpipaan dari jetty menuju onshore regasification unit akan sangat efisien karena bisa ditempatkan di atas pilecap conveyor yang sudah ada untuk melayani bongkar curah kering di Terminal Teluk Lamong. Adapun, luasan area yang disiapkan Pelindo III untuk fasilitas regasifikasi mencapai 2,5 hektar, sehingga sangat memadai,” katanya.

Fase kedua, yaitu pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil (Iso Tank 20 feet–40 feet container) untuk distribusi LNG di luar sistem pipa PGN dan ship to truck LNG bunkering

Fase ketiga, mencakup pembangunan tangki LNG permanen. Terminal pengisian ini dibangun dengan ukuran 50.000 cbm, sebagai pengganti floating storage untuk memenuhi kebutuhan suplai gas sistem pipa PGN di Jawa Timur. 

Fasilitas tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan sampai dengan 180 MMSCFD. Pengoperasian penuh pada 2023, dan dapat berkembang untuk pemenuhan semua kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD dalam jangka panjang.

Gigih Prakoso mengungkapkan, pembangunan permanen yang bertahap ini akan mengurangi biaya belanja modal dan belanja operasional secara signifikan bila dibandingkan dengan fase-fase awal sebagai solusi sementara.

“Karena adanya pengurangan operational expenditure [opex] dari hilangnya pembiayaan sewa harian FSU dan berkurangnya biaya marine operation. Untuk capital expenditure [capex] sendiri akan berkurang dengan signifikan karena menggunakan existing terminal," tuturnya.

Dia menuturkan salah satu biaya terbesar dalam pembangunan small scale LNG terminal tersebut adalah pembangunan dermaga dan fasilitas pelabuhan.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan bahwa sinergi antara Pelindo III dan PGN tersebut merupakan bentuk nyata dari kesepakatan sebelumnya antara Pelindo III Group dan Pertamina Group yang gencar mengeksplorasi kerja sama di sektor logistik energi.

“Ini merupakan terobosan, dengan sinergi ini diharapkan adanya pasokan availability dan reliability atas pasokan energi hingga ke timur Indonesia yang nantinya menuju kondisi pasokan gas yang berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya baik untuk BUMN, tetapi juga untuk semua, karena lebih ramah lingkungan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii, lng, PGN

Editor : Yusuf Waluyo Jati
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top