Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Bidik Investasi Minerba Rp125 Triliun pada 2020

Kementerian ESDM memperkirakan investasi subsektor mineral dan batu bara (minerba) mencapai US$8,87 miliar atau sekitar Rp125 triliun dengan asumsi kurs Rp14.100 pada 2020, naik 43,76 persen dari proyeksi investasi tahun ini senilai US$6,17 miliar.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  15:59 WIB
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan investasi subsektor mineral dan batu bara (minerba) mencapai US$8,87 miliar atau Rp125 triliun dengan asumsi kurs Rp14.100 pada 2020, naik 43,76 persen dari proyeksi investasi tahun ini senilai US$6,17 miliar.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan peningkatan investasi subsektor minerba bakal didominasi proyek smelter yang tengah dalam masa konstruksi pada 2020. Investasi tahun depan tersebut bakal lebih tinggi juga dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu senilai US$7,4 miliar.

"Tahun depan kemungkinan naik jadi US$8,87 miliar, yang didominasi proyek smelter," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (11/7/2019).

Selain smelter, peningkatan investasi tahun depan bakal didorong juga dengan adanya beberapa perusahaan yang masuk ke tahap operasi produksi.

Sementara itu, kontribusi investasi eksplorasi diperkirakan masih belum signifikan. Bahkan apabila dibandingkan dengan total investasi eksplorasi dunia, porsi Indonesia masih sekitar 1 persen saja.

Meskipun porsi eksplorasi Indonesia masih sangat rendah, terjadi peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Bambang mengatakan pada 2016 investasi eksplorasi senilai US$65 juta dan naik menjadi US$115 juta. "Tahun lalu [2018] US$145 juta, sementara tahun ini diproyeksikan mencapai US$274 juta," katanya.

Kementerian ESDM pun optimistis investasi eksplorasi pada 2020 dapat tumbuh mencapai US$300 juta. Bambang menambahkan dari hasil eksplorasi mineral, terlihat potensi pengembangan nikel masih terbuka lebar.

"Potensi geologi indonesia masih menarik, mungkin [untuk mendorong investasi] kebijakan perlu ditinjau jauh kembali," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kementerian esdm minerba
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top