Pemda Aceh Dukung Rencana Pengembangan Lapangan Gas Peusangan B

Badan Pengelola Migas Aceh mendapat dukungan pemerintah daerah terkait POD lapangan pertama Peusangan B Wilayah Kerja Lhokseumawe yang dioperasikan Zaratex N.V
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  15:17 WIB
Pemda Aceh Dukung Rencana Pengembangan Lapangan Gas Peusangan B
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA—Upaya Badan Pengelola Migas Aceh atau BPMA mengawal rencana pengembangan lapangan pertama Peusangan B Wilayah Kerja Lhokseumawe yang dioperasikan Zaratex N.V mendapat dukungan pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah berharap BPMA dapat mendukung Zaratex N.V dalam melaksanakan tahapan berikutnya setelah persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) I dan amdal, produksi gas (on stream) diharapkan bisa dilakukan sebelum 2023.

“Kami mengapresiasi BPMA yang telah mengawal POD Peusangan B. Ini adalah salah satu bentuk dukungan pemerintah terkait investasi di Aceh,” kata Nova dalam keterangan tertulis, Selasa (9/7/2019).

Pengembangan lapangan Peusangan B diharapkan juga bersinergi dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Lhokseumawe agar multiplier effect yang ditimbulkan lebih luas. Contohnya, peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga kesempatan bagi kontraktor swasta untuk berinvestasi di Aceh.

“Lebih cepat lebih baik karena bukan hanya menimbulkan multiplier effect, tetapi psychological effect dan sociopolitical effect bahwa Aceh sudah melangkah ke arah lebih baik,” tuturnya.

Adapun lingkup rencana pengembangan lapangan peusangan B melibatkan empat desa di tiga kecamatan dalam kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Business Support Zaratex N.V Nina Marliana mengatakan setelah POD I disetujui Menteri ESDM, pihaknya akan segera menyelesaikan amdal.

Sementara itu, Plt Kepala BPMA Azhari Idris mengatakan proses POD I Peusangan B Blok Lhokseumawe relatif lebih cepat dibandingkan dengan rencana pengembangan proyek lepas pantai (offshore) lainnya.

"Ini adalah POD pertama yang dilaksanakan setelah BPMA terbentuk. Proses POD ini dilakukan cukup cepat dibanding beberapa POD offshore lainnya di Indonesia," katanya.

Dia menjelaskan fasilitas produksi gas Zaratex ini akan berada sekitar 6 kilometer (km) di lepas pantai Lhokseumawe dan pelaksanaan amdal-nya akan dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala.

Selain fokus mengawal POD I Peusangan B, BPMA juga mengawal proses pengeboran laut dalam Repsol di WK Andaman 3 pada semester I/2020. Selain itu, ada juga peresmian central processing plant (CPP) Medco E&P Malaka pada akhir 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, gas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top