Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Molornya Pengadaan Core Tax System Tak Bisa Ditolelir

Molornya proses pengadaan sistem inti perpajakan alias core tas system dinilai tak bisa ditolelir karena terkait dengan implementasi program lain dalam rangka reformasi perpajakan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  10:33 WIB
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Molornya proses pengadaan sistem inti perpajakan alias core tas system dinilai tak bisa ditolelir karena terkait dengan implementasi program lain dalam rangka reformasi perpajakan.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyebut bahwa dengan dinamika perpajakan yang cukup cepat, core tax system menjadi kebutuhan yang mendesak bagi otoritas pajak.

Menurutnya, mundurnya penunjukan agen pengadaan akan memengaruhi jalannya pengadan sistem inti perpajakan. Dengan demikian, akan sulit rasanya melakukan program lain jika persoalan ini tidak tuntas.

"Menteri Keuangan selesai pada Oktober 2019, sedangkan Dirjen Pajak akan selesai November, seharusnya ini bisa beriringan," kata Prastowo, Senin (8/7/2019).

Prastowo tak memungkiri dengan alokasi anggaran yang cukup besar, pengadaan core tax system perlu dilakukan secara transparan dan akuntabel. Review dari Inspektorat Jenderal juga dilakukan secara komprehensif untuk menimalkan risiko ke depannya.

Meski demikian, karena kepentingan sistem tersebut, pemerintah tetap harus memastikan bahwa program yang sudah kadung dilakukan bisa selesai tepat waktu.

"Menurut saya sebaiknya bisa sesuai jadwal, supaya segera tuntas. Perlu dicari cara pengawasan atau review yang lebih efektif," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

administrasi pajak
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top