Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Co Working Space di Bali Mulai Menggeliat

Belum banyak perkantoran di Bali yang memiliki konsep gedung perkantoran yang menyenangkan. Menurutnya, mayoritas ruang usaha diakomodasi dengan gedung-gedung atau ruko milik sendiri.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  15:14 WIB
Co Working Space di Bali Mulai Menggeliat
Ruang kerja bersama (coworking space). - dok. Greenhouse
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Angra Angreni memperkirakan  pasar perkantoran di Bali (Virtual/ Service Office) akan tumbuh. Permintaan yang paling terlihat di pasar yakni permintaan ruang co working space.

"Tipikal pekerja profesional di Bali itu lebih membutuhkan space [ruang kantor] yang menarik dan fun, semacam co working space,karena kota wisata" tuturnya pada Bisnis Kamis (4/7/2019).

Berdasarkan Survei Coldwell di Bali, Angra mengatakan permintaan atas co working space semakin terlihat. Permintaan yang tumbuh di antaranya berasal dari usaha di bidang logistik, finance, kontraktor, tour & travel dari luar negeri sebagai representatif daerah.

"Bahkan start up masuk menjadi demand utama pada coworking space," ujarnya.

Saat ini, lanjut Angra, belum banyak perkantoran di Bali yang memiliki konsep gedung perkantoran yang menyenangkan. Menurutnya, mayoritas ruang usaha diakomodasi dengan gedung-gedung atau ruko milik sendiri.

"Gedung dengan multi tenancy floor masih sangat terbatas, setau saya hanya ada di MNC Building di Jl. Diponegoro," tuturnya.

Menurutnya, Perkembangan perkantoran dilihat positif di area Benoa atau baypass Ngurah Rai yang berdekatan dengan kawasan Bandara. Selain itu, profil demand di Bali semakin beragam, tak hanya membutuhkan perkantoran konvensional, pasar di Bali juga membutuhkan perkantoran yang didukung oleh creative hub.   

Angra menuturkan bahwa kondisi perkantoran saat ini masih cenderung moderat. Pasalnya pasokan office building sangat terbatas. Diperkirakan, rata-rata okupansi office building di Bali saat ini masih berada pada angka 65% hingga 70%.

Di sisi lain, kondisi bangunan perkantoran di Bali masih kurang dapat merepresentatifkan pasar, meskipun profil demand telah beragam. Sedangkan Angra memprediksi pasar akan mulai menyerap  perkantoran yang berbentuk coworking space beberapa tahun ke depan.

Hingga saat ini, Berdasarkan riset Coldwell, Angra mengatakan baru terdapat dua proyek perkantoran yang sedang dibangun di Bali. Yakni proyek The OAsis di baypass Ngurah Rai serta proyek Crea di Nusa Dua Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran properti bali coworking space
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top