Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Co Working Space di Bali Mulai Menggeliat

Belum banyak perkantoran di Bali yang memiliki konsep gedung perkantoran yang menyenangkan. Menurutnya, mayoritas ruang usaha diakomodasi dengan gedung-gedung atau ruko milik sendiri.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  15:14 WIB
Ruang kerja bersama (coworking space). - dok. Greenhouse
Ruang kerja bersama (coworking space). - dok. Greenhouse

Bisnis.com, JAKARTA -- Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Angra Angreni memperkirakan  pasar perkantoran di Bali (Virtual/ Service Office) akan tumbuh. Permintaan yang paling terlihat di pasar yakni permintaan ruang co working space.

"Tipikal pekerja profesional di Bali itu lebih membutuhkan space [ruang kantor] yang menarik dan fun, semacam co working space,karena kota wisata" tuturnya pada Bisnis Kamis (4/7/2019).

Berdasarkan Survei Coldwell di Bali, Angra mengatakan permintaan atas co working space semakin terlihat. Permintaan yang tumbuh di antaranya berasal dari usaha di bidang logistik, finance, kontraktor, tour & travel dari luar negeri sebagai representatif daerah.

"Bahkan start up masuk menjadi demand utama pada coworking space," ujarnya.

Saat ini, lanjut Angra, belum banyak perkantoran di Bali yang memiliki konsep gedung perkantoran yang menyenangkan. Menurutnya, mayoritas ruang usaha diakomodasi dengan gedung-gedung atau ruko milik sendiri.

"Gedung dengan multi tenancy floor masih sangat terbatas, setau saya hanya ada di MNC Building di Jl. Diponegoro," tuturnya.

Menurutnya, Perkembangan perkantoran dilihat positif di area Benoa atau baypass Ngurah Rai yang berdekatan dengan kawasan Bandara. Selain itu, profil demand di Bali semakin beragam, tak hanya membutuhkan perkantoran konvensional, pasar di Bali juga membutuhkan perkantoran yang didukung oleh creative hub.   

Angra menuturkan bahwa kondisi perkantoran saat ini masih cenderung moderat. Pasalnya pasokan office building sangat terbatas. Diperkirakan, rata-rata okupansi office building di Bali saat ini masih berada pada angka 65% hingga 70%.

Di sisi lain, kondisi bangunan perkantoran di Bali masih kurang dapat merepresentatifkan pasar, meskipun profil demand telah beragam. Sedangkan Angra memprediksi pasar akan mulai menyerap  perkantoran yang berbentuk coworking space beberapa tahun ke depan.

Hingga saat ini, Berdasarkan riset Coldwell, Angra mengatakan baru terdapat dua proyek perkantoran yang sedang dibangun di Bali. Yakni proyek The OAsis di baypass Ngurah Rai serta proyek Crea di Nusa Dua Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran properti bali coworking space
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top