Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkantoran di Bali Prospektif

Perkembangan perkantoran dilihat positif di area Benoa atau baypass Ngurah Rai yang berdekatan dengan kawasan Bandara. Profil demand di Bali semakin beragam, tak hanya membutuhkan perkantoran konvensional, pasar di Bali juga butuh perkantoran yang didukung oleh creative hub.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  07:59 WIB
Perkantoran di Bali Prospektif
Properti di kawasan Ubud, Bali. - Antara/Dewa Wiguna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Angra Angreni memperkirakan  pasar perkantoran di Bali (Virtual/ Service Office) akan tumbuh. Namun, menurutnya faktor lokasi yang strategis dan bentuk kantor yang menyenangkan menjadi pertimbangan utama pasar.

"Bisnis di Bali sudah berskala Internasional, banyak perusahaan yang memiliki head office yang berada di luar negeri, bukan di Jakarta," tuturnya pada Bisnis Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, permintaan yang tumbuh di antaranya berasal dari usaha di bidang logistik, keuangan, kontraktor, tour & travel dari luar negeri sebagai kantor perwakilan di daerah. Potensi demand dapat berasal dari financial institution (banking, insurance, dll), airlines, konsulat, bahkan berbagai start up yang juga akan masuk dalam demand terutama pada demand coworking space.

Saat ini, lanjut Angra, belum banyak perkantoran yang memiliki konsep gedung perkantoran. Menurutnya, mayoritas ruang usaha diakomodasi dengan gedung-gedung atau ruko milik sendiri.

"Gedung dengan multi tenancy floor masih sangat terbatas, setahu saya hanya ada di MNC Building di Jl. Diponegoro," tuturnya.

Menurutnya, perkembangan perkantoran dilihat positif di area Benoa atau baypass Ngurah Rai yang berdekatan dengan kawasan Bandara. Selain itu, profil demand di Bali semakin beragam, tak hanya membutuhkan perkantoran konvensional, pasar di Bali juga membutuhkan perkantoran yang didukung oleh creative hub.   

Angra menuturkan bahwa kondisi perkantoran saat ini cenderung moderat. Pasalnya pasokan office building sangat terbatas. Diperkirakan, rata-rata okupansi office building di Bali saat ini masih berada pada angka 65% hingga 70%.

Di sisi lain, kondisi bangunan perkantoran di Bali masih kurang dapat merepresentatifkan pasar, meskipun profil demand telah beragam. Sedangkan Angra memprediksi pasar akan mulai menyerap  perkantoran yang berbentuk coworking space beberapa tahun ke depan.

"Profil demand sudah mulai berkembang dan bervariasi, tipikal pekerja profesional di bali lebih membutuhkan space yang menarik dan fun," ujarnya. 

Hingga saat ini, Berdasarkan riset Coldwell, Angra mengatakan baru terdapat dua proyek perkantoran yang sedang dibangun di Bali. Yakni proyek The OAsis di baypass Ngurah Rai serta proyek Crea di Nusa Dua Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran properti bali ruang perkantoran sewa
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top