Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembukaan Pariwisata Bali Ikut Menggerakkan Bisnis Properti

Segmen pasar kelas atas dan high-end tetap mengedepankan aspek kehati-hatian dengan benar-benar memilih produk yang tepat.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:20 WIB
Hunian di Ciputra Beach Resort di Tabanan, Bali. - Isitimewa
Hunian di Ciputra Beach Resort di Tabanan, Bali. - Isitimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengisyaratkan akan membuka pariwisata di Bali pada pertengahan 2021 jika penyebaran Covid-19 dapat diatasi. Hal ini didasari makin bertambahnya zona hijau di Bali yang memberi optimisme pemerintah untuk membuka pariwisata dunia sekitar Juli 2021.

Selain pelaku industri pariwisata, pebisnis sektor properti juga menyambut antusias rencana pemerintah tersebut karena menjadi angin segar bagi pemulihan bisnis properti di Bali.

General Manager Marketing Ciputra Group Andreas Raditya mengapresiasi langkah pemerintah sebab industri pariwisata ibarat jantung perekonomian bagi Bali. Dengan bergeraknya aktivitas pariwisata, diharapkan bisnis-bisnis lain, termasuk properti akan bertumbuh.

“Meski selama pembatasan aktivitas sosial masyarakat di Bali, penjualan proyek kami Ciputra Beach Resort relatif tidak terpengaruh, tapi jika Bali kembali dalam keadaan normal, maka penjualan rumah dan kaveling akan meningkat signifikan,” kata Raditya melalui siaran pers, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, pembukaan pariwisata Bali baik domestik maupun internasional  tentunya akan memberi efek positif karena pasar akan bergerak dan secara psikologis masyarakat akan terbangun.

“Sejak tahun lalu, saat pandemi puncak-puncaknya dan hingga kini berbagai strategi kami lakukan untuk menggerakkan pasar. Hasilnya Ciputra Beach Resort tetap eksis di pasar properti Bali. Bahkan pada akhir 2020, kami membuka pemasaran klaster baru. Produk [rumah dan kaveling] klaster ini tetap menyasar segmen atas dan high-end yang lebih percaya bahwa investasi properti di saat seperti ini paling menguntungkan,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam memilih produk pada masa pandemi ini, segmen pasar kelas atas dan high-end tetap mengedepankan aspek kehati-hatian dengan benar-benar memilih produk yang tepat. Selain sebagai investasi dengan nilai yang akan terkerek naik, produk yang disasar juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal mereka.

Raditya mengatakan bahwa selain Jakarta, sebagian besar konsumen dan investor Ciputra Beach Resort adalah orang Surabaya dan sekitarnya. Setidaknya sekitar 45 persen pembeli produk Ciputra Beach Resort berasal dari Jawa Timur, khususnya Surabaya. Oleh karena itu, pada 19—25 April mendatang, Ciputra Beach Resort akan pameran di Galaxy Mall Surabaya.

“Pada pameran di Surabaya, Ciputra Beach Resort fokus memasarkan Cluster Resvara. Menariknya hampir sebagian besar konsumen tersebut melakukan pemesanan NUP [nomor urut pemesanan] melalui online karena kebanyakan mereka berada di luar Bali, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Ciputra Beach Resort juga akan mengadakan online expo perdana yaitu Ciputra World Property Online Expo 2021 selama April 2021. Pengunjung dapat mengakses website special event di www.ciputraworldexpo.com.

Klaster Resvara, kata Raditya, diluncurkan karena keberhasilan dua klaster sebelumnya yakni Nivata dan Sadana yang sudah 99 persen terjual. Resvara dikembangkan di lahan 7,2 hektare yang berada di timur kawasan Ciputra Beach Resorts dan terdiri dari 190 unit dengan dua tipe, Askana (11 x 15) dan Svana (10 x 20) baik itu kaveling maupun rumah.

Komposisi antara rumah dan kaveling ini sekitar 55 persen berbanding 45 persen. Terkait dengan harga, dia menyatakan bahwa harga klaster Resvara tak jauh berbeda dengan produk sebelumnya, untuk hunian dan kaveling mulai dari Rp2,3 miliar hingga Rp4,4 miliar.

Ciputra Beach Resort dikembangkan di Tabanan, Bali kini tak hanya sebagai hunian, tapi juga sebagai vila dengan konsep resort yang berada di bibir pantai. Luas lahan pengembangannya mencapai 80 hektare dengan garis pantai mencapai 1,7 kilometer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra group properti bali
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top