Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MRT Hidupkan Kembali Bisnis Kawasan Fatmawati

Saat pengerjaan proyek MRT, membuat aspal jalan kawasan Fatmawati bergelombang. Ditambah penyempitan jalan karena dipagari pembatas proyek, sehingga perekonomian sekitarnya hampir lumpuh dalam waktu cukup lama.
Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/5/2019)./Antara
Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/5/2019)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang rampung pada tahun 2019 berhasil menggairahkan perekonomian berbagai jenis usaha di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Saat pengerjaan proyek MRT, membuat aspal jalan kawasan Fatmawati bergelombang. Ditambah penyempitan jalan karena dipagari pembatas proyek, sehingga perekonomian sekitarnya hampir lumpuh dalam waktu cukup lama.

Namun, setelah proyek MRT selesai, perekonomian daerah tersebut mulai hidup kembali, seperti salah satunya dirasakan oleh pemilik pujasera Warong Manado “Warman” Neta.

“Dampaknya luar biasa, banyak pengunjung yang berdatangan, bahkan tenant-tenant yang saya sewakan langsung penuh,” ujar Neta, di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pemilik pujasera yang berlokasi tepat di depan stasiun MRT Cipete Raya, Jakarta Selatan ini mengatakan kebanyakan pengunjung datang tidak membawa kendaraan pribadi melainkan turun dari stasiun MRT.

Selain Neta, ada pula Arif yang menjual ragam makanan khas Jawa Timur tidak jauh dari stasiun MRT Cipete Raya. Ia mengatakan pengunjung yang datang ke kedainya semakin ramai sejak proyek MRT rampung.

“Apalagi malam lebih ramai lagi, banyak juga bisnis-bisnis baru yang muncul di sekitar sini,” ucap Arif.

Salah satu pengguna MRT Nadia menunjukkan pernyataan yang senada, setelah turun dari stasiun MRT Fatmawati ia menyempatkan diri untuk mencari makanan di sekitar stasiun.

”Dulu waktu MRT masih dibangun saya naik ojek daring, jadi hanya melintas saja malas berhenti soalnya macet. Sejak ada MRT saya turun di sini (stasiun MRT Fatmawati) sekalian makan dulu di dekat stasiun baru pesan ojek,” kata Nadia.

Dampak positif MRT juga dirasakan Museum Baseoki Abdullah, Cilandak, Jakarta Selatan berupa peningkatan jumlah pengunjung. “Tentu ada peningkatan, misal yang tadinya sekitar 500 orang menjadi 700 orang, ya masih proses lah,” kata Kepala Museum Basoeki Abdullah Maeva Salmah.

Lokasi museum yang merupakan bekas rumah mendiang Basoeki Abdullah seorang maestro pelukis Indonesia ini sangat berdekatan dengan stasiun MRT Fatmawati, membuat jumlah pengunjung museum meningkat.

Bahkan, saat ini nama Museum Basoeki Abdullah sudah tertera pada stasiun MRT Fatmawati sebagai destinasi terdekat.

Selain tulisan pada stasiun MRT Fatmawati, terdapat pula dua mural besar bergambar mendiang Basoeki Abdullah pda tiang MRT. Mural tersebut sekaligus menunjukkan arah menuju lokasi museum.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper