Kebijakan Ekspor-Impor Bawang Merah Dinilai Untungkan Petani

Komoditas bawang bombai mini berukuran diameter kurang dari 5 cm pernah leluasa masuk ke pasar Indonesia sehingga membuat harga bawang merah dalam negeri menjadi tertekan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  03:55 WIB
Kebijakan Ekspor-Impor Bawang Merah Dinilai Untungkan Petani
Petani mengeringkan bawang merah setelah dipanen di Kampung Cicayur, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari mengatakan kebijakan Kementerian Pertanian menyetop impor bawang merah dan menggencarkan ekspor telah menguntungkan petani.

“Dulu impor bawang merah merajalela, bahkan gilanya lagi masuknya bawang merah impor justru saat petani dalam negeri sedang panen," kata Juwari seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (2/7/2019).

Seperti diketahui, kini Indonesia berhasil menjadi eksportir salah satu komoditas hortikultura tersebut ke berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, bahkan Filipina.

Menurutnya, pemerintah berhasil mencatatkan sejarah impor 0% untuk bawang merah dan melakukan penutupan impor bombai merah mini. Pasca dikeluarkan kebijakan penutupan impor bombai merah mini asal India, petani bawang merasa diuntungkan.

Untuk diketahui, dulu komoditas bawang bombai mini berukuran diameter kurang dari 5 cm  leluasa masuk ke pasar Indonesia sehingga membuat harga bawang merah dalam negeri menjadi tertekan.

"Bentuk morfologis bombai merah mini ini mirip sekali dengan bawang merah lokal, mereka jual langsung ke pasar dengan harga sangat murah. Tentu saja bawang merah petani kita jadi ikut tertekan," tuturnya.

Tak hanya itu, Juwari juga mengapresiasi langkah pemerintah untuk melakukan swasembada bawang putih yang ditargetkan berjalan hingga 2021.

Adapun, sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwadi menyampaikan, pihaknya telah menetapkan peta jalan menuju swasembada bawang putih pada 2021. 

"[Perkiraan] untuk swasembada hanya membutuhkan luas tanam 69.000 ha, sementara potensi nasional [lahan yang potensial] mencapai 600.000 ha," kata Suwandi dalam keterangan resminya, Rabu (26/6).

Suwandi mengklaim bahwa program pengembangan bawang putih hingga saat ini sudah menuai hasil yang bagus. Hal itu merujuk pada luas tanam yang meningkat pada tahun lalu, dia menjelaskan pada 2017 luas tanam bawang putih hanya 1.900 ha. Namun, pada tahun lalu, luas tanam naik cukup signifikan dari 1.900 ha menjadi 11.000 ha.

Adapun tahun ini, luas tanam bawang putih ditargetkan mencapai 20.000 ha - 30.000 ha dan pada tahun depan ditargetkan akan meningkat menjadi 40.000 ha-60.000 ha.

"Semua hasil produksinya dijadikan benih untuk mendukung tercapai swasembada bawang putih pada 2021," katanya.

Suwandi juga mengingatkan para importir untuk melaksanakan wajib tanam 5% karena apabila mereka tidak patuh, maka Kementan akan memberikan sanksi berupa blacklist dan tindakan hukum bagi importir yang melanggar aspek lainnya.

"Jumlah importir yang diblacklist hingga saat ini sebanyak 74 importir,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawang merah, andi amran sulaiman

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top