Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI Puji Pemerintah Gagas Skema Beli Layanan Angkutan Massal

MTI mengapresiasi langkah pemerintah menggagas skema bantuan angkutan massal buy the service ke daerah-daerah. Skema ini dinilai dapat lebih efektif daripada sistem setoran yang selama ini ada.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  19:50 WIB
Ilustrasi - Armada TransJakarta melintas di jalur layang Ciledug-Tendean, Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi - Armada TransJakarta melintas di jalur layang Ciledug-Tendean, Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengapresiasi langkah pemerintah menggagas skema bantuan angkutan massal buy the service ke daerah-daerah. Skema ini dinilai dapat lebih efektif daripada sistem setoran yang selama ini ada.

Sekretaris Jenderal MTI Harya S. Dillon mengapresiasi langkah pemerintah tersebut, karena hal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum.

"Sebagai pengganti sistem setoran yang sudah terbukti tidak bernilai tambah bagi konsumen atau pengguna, MTI apresiasi langkah pemerintah, baik pusat maupun daerah, meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (2/7/2019).

Lebih lanjut, dia menilai skema lama seperti subsidi pemberian bus rapid transit (BRT) atau bus berlantai tinggi (high deck) jika memang tidak efektif lebih baik tidak diteruskan.

Sementara itu, pemerintah beralih ke skema buy the service atau membeli layanan angkutan umum massal seperti BRT. Dia melanjutkan, secara organisasi, MTI belum pernah dilibatkan dalam pembahasan detail mengenai skema buy the service.

Namun, secara umum, skema ini adalah salah satu best practice atau praktik terbaik dalam manajemen bus. "Model TransJakarta sudah terbukti hingga mendapat pengakuan international," ungkapnya.

Dia menekankan pentingnya integrasi antarmoda, bahwa BRT harus dapat terintegrasi dengan moda lainnya. Pasalnya, selama ini kekosongan dalam integrasi atau perpindahan moda dari satu moda ke moda lainnya diisi oleh ojek online (ojol) yang belum memiliki landasan hukum sebagai angkutan umum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mti skema buy the service
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top