Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Diminta Realisasikan Jembatan Mentaya

Persetujuan dan janji pembangunan jembatan Mentaya disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan video conference dengan Bupati H Supian Hadi pada 29 April 2015 dalam acara pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  15:54 WIB
ilustrasi jembatan. - pu.kalbarprov.go.id
ilustrasi jembatan. - pu.kalbarprov.go.id

Bisnis.com, SAMPIT--Presiden Joko Widodo diminta merealisasikan janjinya membangun jembatan Mentaya yang menghubungkan kecamatan terisolasi dengan pusat kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Apalagi kalau memang pada saat itu sudah ada semacam janji, ya kita minta direalisasikan," kata Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur H Supriadi di Sampit, Senin (1/7/2019).

Persetujuan dan janji pembangunan jembatan Mentaya disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan video conference dengan Bupati H Supian Hadi pada 29 April 2015 dalam acara pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat.

Saat itu Kotawaringin Timur adalah salah satu dari sedikit kabupaten di Indonesia yang diberi kesempatan melakukan video jarak jauh dengan presiden, disaksikan ratusan undangan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Supian Hadi. Selain melaporkan kesiapan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat, Supian juga berkeluh kesah tentang adanya dua kecamatan yang masih terisolasi jalan darat, yakni Seranau dan Pulau Hanaut, padahal letaknya di seberang pusat kota dan hanya terpisah Sungai Mentaya.

Saat itu keluhan tersebut langsung direspons Presiden Joko Widodo. Selain menyetujui usulan pembangunan itu, saat itu presiden langsung memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum mengirim tim teknis untuk melakukan kajian lapangan dan membantu persiapannya.

"Sayangnya hingga saat ini, rencana pembangunan tersebut belum ada kepastian. Sangat sulit bagi pemerintah daerah membangun jembatan itu dengan anggaran sendiri karena diperkirakan memerlukan biaya lebih dari Rp1 triliun," katanya.

Supriadi yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kotawaringin Timur berharap Presiden Jokowi mewujudkan pembangunan secara merata khususnya di Kalimantan yang masih sangat tertinggal, apalagi ada wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Tengah.

Harapan lainnya yaitu agar Jokowi mendudukkan putra Kalimantan sebagai salah satu menteri dalam kabinetnya nanti. Hal itu tidak berlebihan karena potensi sumber daya manusia masyarakat Kalimantan Tengah sangat bagus.

"Kalau boleh kita berharap, sekali-sekali lah orang Kalimantan Tengah jadi menteri. Kalau kita mau dijadikan ibu kota tapi ternyata eksekutif kita di pusat tidak ada, berarti kan sulit," demikian Supriadi.

Sementara itu Bupati H Supian Hadi juga berharap Presiden Jokowi meningkatkan pembangunan infrastruktur di daerah. Hal itu penting untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas pembangunan.

"Konsep yang dijalankan presiden adalah pembangunan dimulai dari desa. Untuk itulah dana desa terus ditingkatkan," demikian Supian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blusukan jokowi sampit proyek jembatan

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top