Summarecon Catatkan Kenaikan Laba Bersih 30 Persen

Di tengah kondisi perekonomian yang menantang sepanjang 2018, mulai dari prekonomian global yang terus dibayangi ketidakpastian dan perlambatan pertumbuha ekonomi secara keseluruhan, ditambah dengan rupiah yang sempat terdepresiasi Summarecon berhasil meraup total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  15:39 WIB
Summarecon Catatkan Kenaikan Laba Bersih 30 Persen
Summarecon Bekasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) tetap mencatatkan prestasi dalam laba kendati pasar properti tertekan sepanjang 2018.

Di tengah kondisi perekonomian yang menantang sepanjang 2018, mulai dari prekonomian global yang terus dibayangi ketidakpastian dan perlambatan pertumbuha ekonomi secara keseluruhan, ditambah dengan rupiah yang sempat terdepresiasi Summarecon berhasil meraup total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun.

Jumlah itu, dijelaskan Presiden Direktur Summarecon Adrianto P. Adhi, memang masih lebih rendah 0,4% dari pencapaian pada tahun sebelumnya. Namun laba bersihnya tercatat mencapai Rp690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

Sepanjang 2018, Summarecon sudah membuka dua lokasi baru, yaitu perumahan Srimaya di Bekasi pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018.

"Dari peluncuran di lokasi baru itu, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing Rp190 miliar dan Rp270 miliar," ungkap Ardianto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dari seluruh pendapatan yang berhasil diraup, unit bisnis pengembangan properti turut menjadi penyumbang pendapatan terbesar hingga 61%. Adapun, 50%-nya berasal dari kontribusi penjualan di Summarecon Serpong, sedangkan 50% lainnya berasal dari gabungan pengembanga Summarecon Bekasi, Karawang, Bandung, dan Makassar.

Total pendapatan dari unit bisnis tersebut mencapai Rp3,4 triliun, turun Rp167 miliar atau 5% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,6 triliun. Kendati demikian, Summarexon berhasil memperbaiki kinerja operasional sehingga laba usahanya naik 9% ke Rp954 miliar dari Rp875 miliar pada tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
summarecon agung, pengembang rumah

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top