Survei PwC : Merger dan Akuisisi Strategi Genjot Pendapatan Korporasi

Dalam survei yang dilakukan PricewaterhouseCoopers (PwC) yang dikutip Rabu (5/6/2019) dengan judul ‘Private Business Trends 2019’ tergambar para CEO menyiapkan strategi untuk menghadapi situasi ekonomi global ke depan.
Stefanus Arief Setiaji | 05 Juni 2019 12:20 WIB
Gedung Pricewaterhouse Coopers International Ltd di Stuttgart, Germany. - Bloomberg/Krisztian Bocsi

Bisnis.com, JAKARTA — Para petinggi bisnis global cukup percaya diri menghadapi situasi ekonomi dunia untuk mencapai pertumbuhan pendapatan lebih baik sepanjang tahun ini.

Dalam survei yang dilakuka PricewaterhouseCoopers (PwC) yang dikutip Rabu (5/6/2019) dengan judul ‘Private Business Trends 2019’ tergambar para CEO menyiapkan strategi untuk menghadapi situasi ekonomi global ke depan.

Survei tersebut melibatkan 1.378  chief executives di lebih dari 90 negara untuk mencermati iklim bisnis sepanjang 2019.

Sebanyak 33% CEO dari private business percaya diri perusahaan yang dipimpinnya mampu mencapai pertumbuhan pendapatan selama 12 bulan ke depan.

Demikian pula dengan CEO dari kalangan perusahaan yang tercatat di bursa saham yang percaya diri dengan kondisi pendapatan ke depan.

Dari model strategi untuk menggenjot pendapatan, sebanyak 43% CEO perusahaan terbuka memilih pola merger dan akuisisi sebagai satu cara menggenjot pendapatan.

Sementara it, terkait dengan tantangan yang dihadapi korporasi ke depan untuk bisa bersaing di antaranya kapasitas sumber daya manusia (SDM), ancaman di dunia maya atau teknologi informasi, perubahan teknologi informasi yang semakin cepat, volatilitas harga komoditas, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan volatilitas harga energi.

Dari isu soal tantangan korporasi tersebut, peningkatan kapasitas SDM menjadi yang paling krusial diusul oleh ancaman di dunia maya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ceo, tantangan ekonomi, SURVEI PWC

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top