Tiket Pesawat Mahal, Pemudik di Bandara Minangkabau Turun 27,1 Persen

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah pemudik angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar, sejak H-7 hingga H-2 Idulfitri 1440 Hijriah mengalami penurunan 27,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  14:00 WIB
Tiket Pesawat Mahal, Pemudik di Bandara Minangkabau Turun 27,1 Persen
Dokumentasi. Pemudik di area kedatangan penumpang Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumbar. - ANTARA

Bisnis.com, PADANG PARIAMAN -  PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah pemudik angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar, sejak H-7 hingga H-2 Idulfitri 1440 Hijriah mengalami penurunan 27,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Sepanjang H-7 hingga H-2 atau 29 Mei hingga 3 Juni 2019, jumlah pemudik yang tiba mencapai 36.887 pemudik, sementara pada periode sama 2018 mencapai 51.024," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Selasa (4/6/2019).

Menurut dia, penurunan jumlah penumpang tersebut salah satunya dipicu kenaikan harga tiket pesawat yang menyebabkan sebagian pemudik memilih jalur darat untuk pulang ke kampung halaman.

"Sebanyak 36.887 pemudik tersebut diangkut menggunakan 220 penerbangan atau turun dibandingkan periode yang sama 2018 yang mencapai 267 penerbangan," ujarnya.

Sementara pada H-2 jumlah pemudik yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau mencapai 5.626 pemudik menggunakan 36 penerbangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah pemudik, harga tiket Jakarta-Padang untuk kelas ekonomi sepekan menjelang Lebaran menyentuh angka Rp1,6 juta.

Sementara berdasarkan penelusuran pada situs jual beli tiket untuk keberangkatan pada 5 Juni 2019 sudah tidak tersedia penerbangan langsung Jakarta-Padang, sedangkan untuk 6 Juni 2019 harga tiket mulai dari Rp1,5 juta.

Bandara Internasional Minangkabau saat ini memiliki panjang landasan 2.750 meter dan dapat didarati oleh pesawat berbadan lebar.

Untuk kapasitas apron mampu menampung delapan pesawat parkir dalam waktu bersamaan.

Sementara kapasitas terminal saat ini mencapai 2,7 juta penumpang per tahun walaupun pada rata-rata jumlah penumpang sudah mencapai empat juta orang hingga 2017.

Tidak hanya itu Bandara Internasional Minangkabau juga menyediakan enam mushala, 32 toilet dan 26 konter check in serta dua konter check in mandiri.

Sejalan dengan itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan pemudik yang menggunakan jalur udara ke Sumatera Barat pada tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya disebabkan harga tiket yang mahal.

“Pemudik beralih menggunakan jalur darat dan jumlah kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau berkurang dari tahun lalu,” kata dia selepas mengunjungi pos pengamanan mudik di BIM Padang Pariaman.

Menurut dia, penurunan ini memang disebabkan harga tiket yang terlalu tinggi sehingga pemudik enggan terbang dan memilih pulang melalui jalur darat.

Ia mengatakan penurunan jumlah penumpang berkurag membuat situasi keamanan bandara lebih kondusif karena cenderung tidak ada calo, copet dan pungutan liar.

"Bandara kalau di sisi penumpang dan penerbangan berkurang, tapi kalau sisi keamanan tentu aman dan tidak ada kejadian yang mencolok, tidak ada calo, pencopet juga tidak ada. Alhamdulillah, lancar aja sampai saat ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiket pesawat, Mudik Lebaran

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup