Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

YLKI Berbagi Tips Mudik Aman, Nyaman, dan Efisien

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membagikan tips mudik Lebaran bagi pengguna angkutan umum agar bisa lebih nyaman, aman dan efisien.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  14:18 WIB
Ilustrasi - Pemudik di Stasiun Gambir - Eva Rianti
Ilustrasi - Pemudik di Stasiun Gambir - Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membagikan tips mudik Lebaran bagi pengguna angkutan umum agar bisa lebih nyaman, aman dan efisien.


Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan bagi pemudik yang pulang kampung menggunakan kendaraan umum.


"Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan konsumen sebelum mudik menggunakan transportasi umum," katanya dalam keterangan pers yang dibagikan, Selasa (28/5/2019). 


Pertama, pemudik harus datang lebih awal di stasiun, terminal bus, pelabuhan, bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sehingga proses persiapan seperti check in tidak terhambat. Pastikan tiket atau kode booking dan kartu identitas yang masih berlaku tidak tertinggal.


Kedua, hindari membawa barang terlampau banyak, dan siapkan uang tunai secukupya. Estimasi berapa biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan seperti makan, minum dan biaya-biaya kecil lainnya.


"Tetaplah waspada, selama musim mudik tingkat kejahatan di terminal, stasiun, pelabuhan maupun bandara relatif meningkat," tuturnya.


Ketiga, membawa obat-obatan pribadi, terutama jika memiliki riwayat gangguan kesehatan yang bisa muncul tiba-tiba. Bawa obat-obatan penting seperti obat anti mabuk, obat sakit kepala, dan pegal-pegal untuk antisipasi. Vitamin juga diperlukan.


Keempat, catat nomor penting akses poin pengaduan. Manfaatkan nomor tersebut jika terjadi permasalahan dalam perjalanan selama mudik. Sampaikan pengaduan dengan bahasa yang baik, sopan dan kronologis yang jelas. 


Kelima, upayakan menunggu jemputan keluarga atau transportasi umum di tempat yang ramai guna menghindari tindak kejahatan, terutama jika tiba di tujuan masih atau sudah malam. Dengan begitu, memperkecil peluang terjadi tindak kejahatan.


Mengutip data Kementerian Perhubungan, mudik Lebaran kali ini terdapat 22,83 juta pemudik yang akan menggunakan angkutan umum. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,41% daripada tahun sebelumnya, 2018.


Peningkatan paling tinggi pada penumpang bus umum, sebesar 3,88% yakni dari 4,51 juta penumpang pada 2018 menjadi 4,68 juta penumpang pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ylki mudik lebaran 2019
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top