Lesu Darah, Ternyata Properti Ritel Tetap Bertumbuh

Kenaikan permintaan mulai terjadi karena terdapat sejumlah proyek yang rampung akhir tahun lalu dan sejumlah ritel yang melakukan renovasi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  16:31 WIB
Lesu Darah, Ternyata Properti Ritel Tetap Bertumbuh
Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pasar properti ritel yang tengah lesu, masih terlihat ada pertumbuhan dari sisi sewa tenant dan masih banyak pengembang yang optimistis dengan tetap membangun tambahan pasok properti ritel yang rampung tahun ini.

Berdasarkan riset Cushman & Wakefield, pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan proyeksi 5 persen - 5,4 persen pada 2019 ini, cukup membantu industri properti semakin percaya diri untuk bisa berkembang, bahkan kembali melejit tahun ini.

Pada kuartal I/2019, keseluruhan tingkat okupansi atau keterisian di Jakarta mengalami kenaikan dari 80,7 persen pada kuartal IV/2018 menjadi 81,3 persen pada kuartal I/2019. Kenaikan permintaan mulai terjadi karena terdapat sejumlah proyek yang rampung akhir tahun lalu dan sejumlah ritel yang melakukan renovasi.

Hanya satu proyek ritel strata title yang baru rampung pada akhir 2018 yaitu Harco Mangga besar, yang menambahkan pasok lahan untuk disewakan mencapai 7.000 meter persegi pada kuartal I/2019.

“Ada pula pusat perbelanjaan berkonsep modern dari Jepang, Lumine, yang buka pada kuartal I/2019 di Plaza Indonesia. Ini akan membawa pasar baru untuk industri makanan dan minuman dari Jepang,” kata Director, Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dikutip dalam laporan tertulis, Senin (27/5/2019).

Kemudian, rata-rata sewa untuk propeti riterl di Jakarta diperkirakan hanya akan naik 0,2% pada kuartal I/2019 dari kuartal sebelumnya atau naik 2% secara year-on-year (yoy). Rata-rata harga sewa properti ritel di Jakarta dibanderol dengan harga Rp700.400 per meter persegi per bulan.

“Karena kenaikan harga ini, harga service charge juga ikut naik 2,4 persen dari kuartal sebelumnya atau 3,2% yoy. Harga biaya layanan jadi rata-rata Rp181.700 per meter persegi per bulan, tercatat pada maret 2019,” sambungnya.

Selain tambahan 7.000 meter persegi pada kuartal I/2019, tahun ini masih akan ada tambahan 16.000 meter persegi pasok dari The Parket Place di District 8 CBD Jakarta. Sedangkan pada 2020 akan ada tambahan pasok seluas 55.000 meter persegi dari Pondok Indah Mall 3, dan 35.000 meter persegi dari Aeon Mall Southgate.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peritel, ruang ritel

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top