Ribuan Rumah Tak Terjangkau Masyarakat, Malaysia Perlu Rombak Kebijakan

Data Bank Negara Malaysia menunjukkan bahwa properti Malaysia dianggap "tidak terjangkau" berdasarkan metrik keterjangkauan internasional. Yakni sekitar 74 persen dari 171.000 rumah yang tidak terjual, harganya jauh di luar jangkauan masyarakat Malaysia biasa.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  15:25 WIB
Ribuan Rumah Tak Terjangkau Masyarakat, Malaysia Perlu Rombak Kebijakan
Kuala Lumpur, Malaysia

Bisnis.com, JAKARTA -- Pasar perumahan Malaysia membutuhkan perombakan penjualan properti besar-besaran dengan merubah skema penyediaan perumahan yang tidak terjangkau pembeli karena kesulitan dalam mendapatkan pinjaman, kesenjangan kenaikan harga dan ketidakcocokan penawaran dan permintaan di pasar.

Seperti yang dikutip oleh PropertyGuru Malaysia, Hal ini dituturkan di meja bundar oleh chief executive officer (CEO) dalam acara National Housing and Property Focus Summit 2019 di Kuala Lumpur.

Para pemain industri menyerukan bahwa pasar perlu penciptaan sebuah database yang terpusat dan entitas tunggal untuk memungkinkan manajemen permintaan dan pasokan properti yang efektif.

Tan Sri Lim Hock San, direktur pelaksana grup di LBS Bina Group Bhd. menuturkan bahwa dengan memiliki basis data pusat akan membantu pengembang membangun properti yang tepat yang memenuhi kebutuhan aktual pembeli dan pada akhirnya membantu menurunkan situasi kelebihan pasokan.

“Lebih penting lagi, database harus dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan,” tuturnya seperti dikutip dari PropertyGuru, Senin (27/5/2019).

Dia mencatat bahwa keterjangkauan perumahan masih menjadi perhatian utama bagi sebagian besar calon pembeli Malaysia. Selain itu, kebanyakan kasus yang terjadi di pasar perumahan yakni adanya beban keuangan pembeli, terutama bagi pembeli milenial yang pertama kali  membeli rumah pertama mereka.

Data Bank Negara Malaysia menunjukkan bahwa properti Malaysia dianggap "tidak terjangkau" berdasarkan metrik keterjangkauan internasional.  Yakni sekitar 74 persen dari 171.000 rumah yang tidak terjual, harganya jauh di luar jangkauan masyarakat Malaysia biasa.

Untuk menurunkan harga perumahan, lebih banyak tanah pemerintah harus disisihkan untuk proyek perumahan yang terjangkau, ujar Lim, yang bertindak sebagai pembicara tamu panel.

“Saat ini, kami tahu hanya sebagian kecil dari proyek perumahan yang terjangkau dibangun di atas tanah pemerintah atau milik negara. Jika lebih banyak lahan dapat dialokasikan untuk pengembangan perumahan yang terjangkau, ini akan meningkatkan pasokan rumah yang mampu diraih oleh Pasar, ”tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti, ekonomi malaysia

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top