Proyek Mandalika Pacu Properti Lombok

Beberapa wilayah yang paling potensial untuk dikembangkan di Lombok di antaranya adalah Lombok Selatan, Kota Mataram, dan Lombok Timur sebagai area destinasi baru.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  17:33 WIB
Proyek Mandalika Pacu Properti Lombok
Foto area Kuta Beach Park the Mandalika di kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah,NTB. - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek Mandalika, salah satu proyek properti terbesar di Asia Tenggara, diperkirakan bisa membantu memacu pembangunan di Pulau Lombok sebagai salah satu destinasi wisata dan membantu mendorong tingkat kedatangan wisatawan.

Berdasarkan riset Jones Lang LaSalle, pada 2018, Lombok mengalami penurunan tajam dari sisi kunjungan wisatawan internasional hingga 36 persen secara year-on-year (yoy) menjadi hanya 78.930. hal ini terutama terjadi karena adanya bencana alam pada pertengahan tahun lalu.

Hingga Januari 2019, secara year-to-date (ytd), Lombok masih merasakan dampak dari bencana nasional tersebut dengan total kunjungan dari wisatawan internasional turun sampai 62 persen menjadi 2.102 dari 3.151 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya, tingkat pertumbuhan tahunan selama 5 tahun, dari 2013 – 2018, untuk kunjungan wisatawan internasional lewat jalur udara hanya bertumbuh 14,3 persen.

Adanya proyek Mandalika, dinilai Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Angra Angreni, bisa memacu sektor properti di Lombok. Harga lahan di titik-titik tertentu sudah mengalami kenaikan, misalnya di area lingkar selatan (Jempong), karena terdapat wacana pemindahan pusat pemerintahan Kota Mataram ke sana.

Kemudian, Angra menyebutkan, beberapa wilayah yang paling potensial untuk dikembangkan di Lombok di antaranya adalah Lombok Selatan, Kota Mataram, dan Lombok Timur sebagai area destinasi baru.

“Pada dasarnya pasca gempa, Pemerintah sangat gencar untuk mendorong menghidupkan pasar properti terutama hotel di Nusa Tenggara Barat. Isu penting lainnya juga harga tiket. Kenaikan harga tiket yang luar biasa memberikan dampak yang sangat negatif terhadap wisatawan domestik maupun kegiatan-kegiatan korporasi dari swasta,” ungkapnya Rabu (22/5/2019).

Angra mengatakan, online travel agent (OTA) dan agen travel lainnya mengalami penurunan yang signifikan dan kontribusinya terhadap market hotel menjadi sangat sedikit.

“Hal ini semoga dapat menjadi perhatian utama oleh Pemerintah,” imbuhnya.

Berdasarkan risetnya, pengembangan baru di area Mandalika saat ini sudah dalam tahap review desain. Persiapan untuk GP 2021 sudah mulai terlihat, pihak-pihak yang terlibat dengan kegiatan tersebut ke depan akan menjadi salah satu profil tamu hotel di Lombok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisata lombok, KEK Mandalika

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top