Apartemen Sagara Surabaya Tawarkan Menara Adriatic Mulai Rp350 Juta

Adriatic Tower ini diyakini habis terjual sebelum konstruksinya selesai dibangun. Hal itu didasari oleh keyakinan bahwa pasar properti di Surabaya tengah masuk dalam masa emasnya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  12:14 WIB
Apartemen Sagara Surabaya Tawarkan Menara Adriatic Mulai Rp350 Juta
Kota Surabaya - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Minat investasi untuk apartemen di Surabaya diyakini makin tinggi karena menguatnya perekonomian kota itu sebagai pusat pertumbuhan Indonesia bagian tengah hingga timur.

Berdasarkan penelitian Colliers Indonesia, ada sekitar 31.471 unit apartemen yang akan masuk ke pasar Surabaya mulai tahun ini hingga empat tahun ke depan atau menunjukkan pertumbuhan proyek apartemen hingga 90 persen di kota tersebut.

Project Director PT PP Properti Suramadu (anak perusahaan PT PP Properti Tbk.) Satrio Sujatmiko mengatakan, Surabaya makin diminati untuk investasi properti karena besarnya peluang pasarnya sebagai kota hub bisnis dan perdagangan di bagian tengah dan timur Indonesia.

“Pasokan baru sebanyak 31.471 unit apartemen seperti yang disebut Colliers dalam rentang empat tahun ke depan di Surabaya, ini menandakan Surabaya menjadi pasar yang menarik untuk sektor properti,” kata Satrio, Senin, (20/5/2019).

Indikasinya banyak pengembang besar yang masuk dan mengembangkan proyek properti di Surabaya, bahkan beberapa dari mereka adalah pengembang papan atas nasional yang memulai bisnisnya di kota tersebut, seperti Grup Intiland Development dan Pakuwon Jati Group, di samping Ciputra Group yang sudah lama eksis.

Oleh Karena itu, PT PP Properti Tbk., melalui PT PP Properti Suramadu berpartner dengan pemilik tanah mengambil peluang pasar itu dengan pengembangan kawasan Superblok mixed use, Grand Sagara tepat “di bibir” Jembatan Suramadu, Surabaya Timur.

“Grand Sagara dikembangkan secara bertahap dengan nilai pengembangan diperkirakan sekitar Rp7 trilun [bukan Rp16 triliun seperti disebutkan pada pemberitaan sebelumnya] untuk pengembangan 11 menara apartemen, hotel, perkantoran hingga ruang konvensi dan area komersial di lahan seluas 5,6 hektare, dengan perkiraan revenue keseluruhan sekitar Rp 16 triliun,” jelas Satrio.

Proyek properti terpadu itu berada di lokasi yang strategis karena menjadi wilayah perlintasan utama pengembangan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang menghubungkan Tanjung Perak ke Bandara Juanda.

PP Properti Suramadu telah memulai proyek Grand Sagara dengan membangun dua menara apartemen, dimana salah satunya Adriatic Tower setinggi 50 lantai dengan kapasitas 1.040 unit. Apartemen sudah diluncurkan sekaligus dipasarkan sejak Desember 2018. Saat ini, progres proyek tersebut sedang melakukan loading test untuk pembangunan 2 menara apartemen, yang merupakan pengembangan fase pertama.

Adriatic Tower dipasarkan dengan harga berkisar Rp350 jutaan hingga Rp800 jutaan per unit, tipe mulai dari studio, unit satu kamar tidur, dan dua kamar tidur. Dalam proses membangun PP Properti Suramadu menerapkan prinsip cashflow leadership. Dengan demikian modal yang digunakan untuk pengembangan kawasan Grand Sagara relatif jauh lebih kecil dari nilai revenue.

Satrio optimistis unit Adriatic Tower ini habis terjual sebelum konstruksinya selesai dibangun. Hal itu didasari oleh keyakinan bahwa pasar properti di Surabaya tengah masuk dalam masa emasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti surabaya, pt pp properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top