Permintaan Susu UHT Naik Signifikan Jelang Puasa dan Lebaran

Seperti produk makanan dan minuman olahan lainnya, permintaan produk susu UHT meningkat menjelang Puasa dan Lebaran.
Annisa Sulistyo Rini | 13 Mei 2019 16:50 WIB
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Seperti produk makanan dan minuman olahan lainnya, permintaan produk susu ultra high temperature (UHT) meningkat menjelang Puasa dan Lebaran.

Muhammad Muthassawar, General Manager Public Relations PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk., mengatakan bahwa permintaan susu UHT dirasakan meningkat pada 3 bulan pertama tahun ini dan diproyeksikan berlanjut pada kuartal selanjutnya.

“Kuartal II juga diperkirakan meningkat dengan adanya peak season Puasa dan Lebaran,” ujarnya, Senin (13/5/2019).

Secara umum, permintaan minuman kemasan Ultrajaya meningkat saat festive session, meskipun terlihat lebih banyak permintaan pada teh dan minuman kesehatan lainnya, seperti Teh Kotak dan Sari Kacang Ijo dibandingkan produk susu.

Sepanjang kuartal I, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 9,2% year on year menjadi Rp 1,42 triliun. Hingga akhir tahun, ULTJ meyakini dapat mencatatkan pertumbuhan sebesar 10% secara tahunan.

Adapun, pada periode yang sama permintaan susu UHT Indolakto disebutkan tumbuh di atas 10%. “Hari raya Lebaran mendorong peningkatan konsumsi di semua produk, termasuk susu UHT,” kata Sonny Effendhi, Direktur Teknik dan Operasi Indolakto.

Secara keseluruhan industri mamin diperkirakan tumbuh sebesar 9,86% secara tahunan sepanjang tahun ini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri susu

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup