Penetapan Satu Arah di Tol Trans-Jawa pada Puncak Arus Mudik dan Balik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan menerapkan jalur satu arah atau one way di tol Trans-Jawa selama periode puncak arus mudik dan balik Lebaran 2019.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  10:40 WIB
Penetapan Satu Arah di Tol Trans-Jawa pada Puncak Arus Mudik dan Balik
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melintas di ruas pintu Tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/7/2015). Pada H-2 Lebaran arus mudik di jalur tol Jakarta-Cikampek melalui pintu tol Cikarang Utama terpantau padat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan menerapkan jalur satu arah atau one way di tol Trans-Jawa selama periode puncak arus mudik dan balik Lebaran 2019.


Hal ini terutama bagian dari strategi untuk mencegah kemacetan yang terjadi selama periode Angkutan Lebaran 2019 di sepanjang jalan tol Trans-Jawa.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menuturkan, sistem one way ini akan diberlakukan untuk arus mudik mulai dari Cikarang Utama sampai dengan KM 262 atau Brebes Barat.


“Kendaraan dari arah timur nanti dari Brebes barat akan keluar menggunakan jalan arteri atau jalan negara sampai ke Cirebon kemudian Indramayu sampai ke Jakarta. Ini mulai berlaku pada 30 Mei- 2 Juni dan berlangsung selama 24 jam,” katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/5/2019).


Sementara itu, pada arus balik nanti, one way akan mulai dari Palimanan sampai KM 29, sehingga masyarakat yang dari Jakarta ke arah Bekasi masih dapat menggunakan jalan tol.


"Pada tahun sebelumnya, kami mendapat protes juga dari masyarakat Bekasi, sehingga sekarang masyarakat Bekasi yang dari Jakarta tidak terkena aturan ini,” tuturnya.


Dia menjelaskan, pihaknya sudah menyepakati pilihan untuk menggunakan jalur one way tersebut dengan seluruh pemangku kepentingan dalam angkutan Lebaran 2019 ini.


“Kami sudah menggelar rapat dengan Kakorlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Jasa Marga. Kami sepakat menggunakan sistem one way," terangnya.


Dia menuturkan, ada beberapa alasan yang membuatnya memilih kebijakan satu arah dibandingkan dengan menerapkan ganjil-genap. Menurutnya, ada kecenderungan masyarakat mudik dalam rombongan, antara 2-3 mobil dan ketika diberlakukan ganjil genap yang bernomor ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya.


Selain itu, dia khawatir akan ada penumpukan di pintu-pintu tol yang akan diberlakukan ganjil genap, karena ketidaktahuan dari para pengguna jalan. Dengan demikian, pemerintah cenderung memilih satu arah atau one way.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, tol trans jawa, Mudik Lebaran, satu arah, one way

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top