China Siap Balas Kenaikan Tarif Impor AS

Pemerintah China bakal membalas pemberlakuan kenaikan tarif impor yang dilakukan AS terhadap barang-barang dari Negeri Panda.
Annisa Margrit | 10 Mei 2019 13:51 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah China menyatakan bakal membalas penerapan tarif impor yang diberlakukan AS kepada barang-barang dari Negeri Panda.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) China mengatakan sangat menyesalkan keputusan AS dan bakal melakukan kebijakan balasan yang diperlukan. Namun, tidak dijelaskan kebijakan apa yang mereka maksud.

Dilansir dari Reuters, Jumat (10/5/2019), Kemendag China mengungkapkan negosiasi antara kedua negara masih berlanjut dan mereka berharap AS bisa bekerja bersama China serta menyelesaikan isu-isu yang ada melalui kemitraan dan konsultasi.

Seperti diketahui, penetapan kenaikan tarif impor sebesar 25 persen atas barang-barang dari China dengan nilai US$200 miliar oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai berlaku hari ini.

Produk China yang paling terdampak atas keputusan ini adalah modem internet, router, dan perangkat transmisi data lainnya yang bernilai lebih dari US$20 miliar. Di posisi berikutnya yaitu panel sirkuit bernilai US$12 miliar, yang banyak digunakan di produk-produk buatan AS.

Furnitur, produk pencahayaan, suku cadang kendaraan, vacuum cleaner, material bangunan juga masuk dalam daftar yang terkena kenaikan tarif.

Keputusan Trump diambil di tengah berlangsungnya pembicaraan lanjutan antara kedua negara di Washington, AS. AS dan China sudah melakukan serangkaian negosiasi untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung sejak hampir setahun lalu.

Namun, belum ada kata sepakat antara kedua negara atas solusi yang menguntungkan masing-masing pihak.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup