Investasi SoftBank Akan Berakhir Manis

Pengusaha Jepang ini telah bertaruh US$18 miliar pada sektor industri ride-hailing dengan mengakuisisi saham Uber dan tiga start up serupa.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  19:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sementara Uber Technologies bersiap untuk menawarkan saham perdananya pekan ini, ada satu investor yang tengah menunggu untuk meraup hasil besar dari investasinya selama ini, yaitu CEO Softbank Group Corp. Masayoshi Son.

Pengusaha Jepang ini telah bertaruh US$18 miliar pada sektor industri ride-hailing dengan mengakuisisi saham Uber dan tiga start up serupa.

"Kepemilikan SoftBank di Uber, Didi Chuxing China, Grab Asia Tenggara, dan Ola India bernilai antara US$22,1 miliar dan US$26,5 miliar," menurut Chris Lane, seorang analis di Sanford C. Bernstein & Co., seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (9/5/2019).

Dia memperkirakan, Son telah meraup hampir US$9 miliar dari kepemilikan saham, dengan lebih banyak keuntungan jika perusahaan portofolionya dapat mewujudkan visi mereka untuk meluncurkan taksi robot dan kecerdasan buatan.

Penghitungan ini merupakan bagian dari laporan 27 halaman yang dikeluarkan pada Rabu (8/5/2019), dan didasarkan pada penilaian harga terhadap penjualan Uber dan saingannya Lyft Inc.

Son memandang kombinasi aplikasi ride-hailing dan taksi robot sebagai revolusi transportasi yang sebanding dengan teknologi yang menggantikan kereta kuda dengan mobil pada satu abad yang lalu.

Dia mengatakan, SoftBank dan unit Vision Fund yang dia kelola mengendalikan 90 persen dari pasar ride-hailing di seluruh dunia melalui portofolio investasi mereka, termasuk saham US$2,25 miliar di unit self-driving milik General Motor Co., Cruise.

Uber juga sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham senilai US$1 miliar di divisi penggerak otonomnya kepada konsorsium investor yang dipimpin oleh SoftBank.

SoftBank dan unit Vision Fund adalah pemegang saham terbesar di raksasa ride-hailing asal Silicon Valley, yang akan go public pekan ini ini dengan nilai pasar yang mungkin mencapai US$79 miliar.

Son telah membentuk kembali SoftBank Group dari operator telekomunikasi menjadi perusahaan investasi teknologi, dan Vision Fund, anak usaha senilai US$100 miliar muncul sebagai kekuatan yang belum pernah ada sebelumnya.

"Saya sering melihat kembali ke gelembung ekonomi pada 2000 dan merasa tidak enak untuk semua investor SoftBank yang mempercayai impian kami," kata Son pada presentasi di Tokyo setelah laporan pendapatan.

Belum lama ini, SoftBank mengumumkan bakal melakukan stock split menyusul dengan laporan pendapatan yang cemerlang, sementara pembayaran dividen per lembar saham masih sama.

Investasi SoftBank di 29 perusahaan menunjukkan peningkatan nilai wajar, sementara 12 investasi lainnya melaporkan penurunan.

Selain Uber, SoftBank juga membukukan kenaikan valuasi 203,4 miliar yen dari sahamnya di Guardant Health Inc., yang melakukan IPO pada Oktober, dan kenaikan 154,2 miliar yen pada saham yang dimiliki di OYO, start-up asal India.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
softbank, taksi uber

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top