Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gap Ekspektasi Tarif Sewa Properti di Malaysia Melonjak

Pemilik rumah mengharapkan terlalu tinggi tarif sewa, sementara masuknya pasokan baru properti hunian bertingkat telah memperlebar kesenjangan dalam ekspektasi sewa antara pemilik rumah dan penyewa.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  12:19 WIB
Johor Bahru, Malaysia - Propertyguru
Johor Bahru, Malaysia - Propertyguru

Bisnis.com, JAKARTA— Kesenjangan dalam ekspektasi sewa antara penyewa dan pemilik rumah meningkat hampir 30 persen pada kuartal pertama 2019, dampak dari kenaikan pasokan yang signifikan.

CEO Speedhome Wong Whei Meng pemilik rumah mengatakan pasar penyewaan perumahan di Lembah Klang, Malaysia mengalami stagnasi. Data transaksi penyewaan, pembelian dan penjualan di platform Speedhome selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa beberapa daerah terkenal di Kuala Lumpur tidak terjadi peningkatan tarif sewa, terutama karena meningkatnya pasokan properti.

Pemilik rumah mengharapkan terlalu tinggi tarif sewa, sementara masuknya pasokan baru properti hunian bertingkat telah memperlebar kesenjangan dalam ekspektasi sewa antara pemilik rumah dan penyewa.

“Pemilik rumah di Hartamas, misalnya, mengharapkan sewa RM2.772 tetapi penyewa hanya bersedia membayar RM1.972,” tuturnya seperti dikutip PropertyGuru Selasa (7/5/2019).

Meskipun demikian, Wong percaya bahwa pemilik yang membeli rumah mereka pada saat lima tahun yang lalu dengan harga lebih rendah dari saat ini masih dapat menikmati pendapatan yang baik, sementara pemilik baru saat ini mungkin merasa lebih sulit, karena harga rumah baru di pasar kini lebih dari RM300.000 per unit.

Berdasarkan Analisis Speedhome mengenai transaksi sewa serta harga jual rata-rata dari Departemen Penilaian dan Layanan Properti (JPPH), menunjukkan hasil sewa tertinggi di kawasan Hartamas sebesar 5,6%, diikuti oleh Selayang dan Ampang yang masing-masing 5,3% dan 4,8%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen sewa ekonomi malaysia
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top