LAPORAN DARI SARAJEVO : Ini Produk-Produk Asal RI yang Diburu Pebisnis Bosnia

Sejumlah produk asal Indonesia dilirik oleh para pengusaha asal Bosnia dalam rangkaian Business Matching yang diselanggarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sarajevo, Bosnia Herzegovina, Kamis (25/4/2019).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 April 2019  |  15:05 WIB
LAPORAN DARI SARAJEVO : Ini Produk-Produk Asal RI yang Diburu Pebisnis Bosnia
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, menggelar Business Matching yang berlangsung pada 25 April 201927 April 2019 di Bosnia Herzegovina. Kegiatan itu dihadiri oleh para pemangku kepentingan dan pelaku bisnis dari kedua negara. - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, SARAJEVO — Sejumlah produk asal Indonesia dilirik oleh para pengusaha asal Bosnia dalam rangkaian Business Matching yang diselanggarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sarajevo, Bosnia Herzegovina, Kamis (25/4/2019).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sarajevo menggelar Business Matching untuk ketiga kalinya sejak 2017. Rangkaian acara tersebut berlangsung pada 25 April 2019—27 April 2019 dengan kegiatan pemaparan dari kedua pihak, pertemuan satu lawan satu atau one on one meeting, serta field trip ke beberapa lokasi bisnis di Bosnia Herzegovina.

Dalam kegiatan hari pertama, Kamis (25/4/2019) waktu setempat, sejumlah pengusaha asal Bosnia Herzegovina terlihat antusias mengikuti kegiatan one on one meeting. Sejumlah pebisnis dari negara itu mengggali lebih dalam mengenai potensi dan mekanisme untuk mendatangkan produk asal Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Bosnia Herzegovina Amelia Achmad Yani melaporkan produk kopi asal Indonesia menjadi salah satu komoditas paling diminati. Bahkan, salah seorang pengusaha asal Denmark sengaja datang langsung ke Bosnia Herzegovina untuk mengikuti rangkaian tersebut.

Selain kopi, Amelia menyebut komoditas tempurung kelapa dan tempurung atau cangkang kelapa sawit juga banyak dicari dari Indonesia. Komoditas itu dibutuhkan untuk proses pembakaran yang lebih efisien.

“Banyak pengusaha yang mau mulai membeli dan mendatangkan dari Indonesia," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (25/4/2019) waktu setempat.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Direktur Eropa III Kementerian Luar Negeri Ardian Wicaksono mengungkapkan mendapat banyak permintaan untuk produk wood pellet atau palet kayu. Selain itu, pihaknya juga menemui banyak permintaan untuk produk kertas. “Tadi ada permintaan juga mengenai kertas, mereka minta sekitar 10.000 ton,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest Addy Perdana Soemantry mengatakan juga mendapatkan permintaan sejumlah produk selama kegiatan itu berlangsung. Beberapa produk yang diburu di antaranya shortening, minyak goreng, bubuk kako, serta rempah-rempah atau bumbu.

Dia menyebut saat ini nilai perdagangan antara Indonesia dan Bosnia Herzegovina masih terbilang kecil. Oleh karena itu, pihaknya menilai masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan perdagangan.

Berdasarkan data badan pusat statistik Bosnia Herzegovina, Agencija za Statistiku, total perdagangan bilateral Indonesia dan Bosnia Herzegovina masih berfluktuatif pada rentang 2015—2018. Total nilai perdagangan selama rentang periode itu yakni US$1,80 juta pada 2015, US$9,21 juta pada 2016, US$12,01 juta pada 2017, dan US$3,87 juta pada 2018.

Adapun, produk-produk yang diimpor Bosnia Herzegovina dari Indonesia di antaranya kertas, karton, dan pulp kertas, lemak minyak hewani dan nabati, kakao dan produk kakao, tembakau, kain tekstil, gula cokelat, buah segar, serta produk kayu dan palet kayu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sarajevo, Bosnia-Herzegovina

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top