Pengembang Berharap Pemerintah Baru Dorong Kepercayaan Investor

Pengembang berharap pemerintah yang terbentuk nanti akan membuat kebijakan yang bisa mendorong kepercayaaan investor untuk produk properti.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 18 April 2019  |  07:19 WIB
Pengembang Berharap Pemerintah Baru Dorong Kepercayaan Investor
Properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA--Pengembang berharap pemerintah yang terbentuk nanti akan membuat kebijakan yang bisa mendorong kepercayaaan investor untuk produk properti.

Direktur Utama Waskita Realty Tbk., Tukijo berharap besar terhadap kinerja pemerintahan baru pascapemilu.  Tukijo mengatakan bahwa Waskita menunggu pergerakan pasar properti yang nantinya akan segera merilis produk-produk yang diharapkan pasar.

"Harapan kami tentunya setelah adanya Pemilu Investor maupun calon investor segera meluncurkan produk-produk properti unggulan mereka. Karena hingga saat ini beberapa pengembang dan investor masih menunggu untuk segera meluncurkannya,” katanya Rabu (17/4/2019)

Dia optimistis setelah pemilu ini berjalan lancar, semua pengembang yang sudah bersiap akan meluncurkan produk mereka. Dia berharap pemerintah akan mempermudah dan mempercepat perizinan, selain itu bunga diharapkan dapat diturunkan.

Hendro S Gondokusumo, Presiden Direktur & CEO PT Intiland Development Tbk. terhadap pasar ke depan. Menurutnya properti sebagai salah satu kebutuhan pokok papan masyarakat serta salah satu dari tiga industri selain pariwisata dan infrastruktur yang bisa merata masuk dan membangun masyarakat di pelosok daerah secara masif. Properti, tegasnya, merupakan tulang punggung perekonomian negara dengan 174 industri lain di belakangnya.

"Maka menjadi sangat penting bagi pemerintah baru untuk memperhatikan kemaslahatan industri properti karena industri properti merupakan salah satu lokomotif utama untuk menggerakkan perekonomian negara dengan membuka banyak lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya pada Bisnis  Rabu, (17/4/2019).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top