Wynn Beli Raksasa Kasino Australia Crown US$7,1 Miliar

Raksasa kasino Australia Crown Resorts menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima tawaran pengambilalihan senilai 10 miliar dolar Australia atau setara dengan USD$ 7,1 miliar dari Wynn Resorts di Las Vegas.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 April 2019  |  11:40 WIB
Wynn Beli Raksasa Kasino Australia Crown US$7,1 Miliar
Kawasan kasino Barangaroo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Raksasa kasino Australia Crown Resorts menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima tawaran pengambilalihan senilai 10 miliar dolar Australia atau setara dengan USD$ 7,1 miliar dari Wynn Resorts di Las Vegas, membuat saham Crown melonjak karena investor bertaruh pada penawaran yang lebih tinggi.

Penjualan tersebut akan menjadi tanda akan berakhirnya hak milik Crown sebesar 47% oleh James Packer selama 12 tahun setelah dia mencantumkan nama media milik ayahnya dalam perjudian pada 2007. Adapun Packer telah hengkang dari Dewan Crown lantaran penyakit mental.

Bagi Wynn, kesepakatan tersebut akan memberikan perusahaan kasino terbesar kedua di dunia itu pijakan yang lebih kuat di pasaran yang lebih populer di kalangan wisatawan asal China, meskipun belum lama ini ada penurunan jumlah belanja dari konsumen China, sehingga membatasi pendapatan dan harga saham Crown.

“Dari segi harga, kita bisa lihat ada sedikit kenaikan, agaknya kesepakatan ini bisa menjadi dobrakan pembuka,” kata James McGlew, Executive Director of corporate stockbroking di Argonaut Ltd, Pert, salah satu pemegang saham Crown, dikutip dari Reuters, Selasa (9/4/2019).

Selain itu, penjualan yang diajukan oleh Wynn tersebut juga bisa menjadi kesepakatan M&A terbesar di Australia sepanjang tahun ini.

Saham Crown melambung hingga 21 persen menjadi 14,19 dolar Australia, kenaikan harian tertinggi sejak perusahaan tersebut melakukan listing kembali dengan namanya saat ini. Meski demikian, harga tersebut masih di bawah harga indikasi pembelian senilai 14,75 dolar Australia karena ketidakpastian kesepakatan tersebut.

“Ini bentuk penawaran gaya lama, yang tidak memberikan premi untuk mengendalikan perusahaan, dan yang paling mungkin terjadi adalah kedua perusahaan akan lebih banyak berdebat lagi nanti soal manfaat strategis dan harganya,” ungkap Angus Gluskie, Managing Director White Funds Management, yang juga pemegang saham Crown.

Crown merespons bahwa pembicaraan dengan Wynn saat ini masih dalam tahap awal dan belum ada kesepakatan yang tercapai soal nilai maupun struktur.

Kesepakatan itu juga bisa memberikan sedikit ketenangan bagi pada pemegang saham Crown, yang selama ini investasinya berjalan datar sejak 2016 ketika ada 18 pegawai yang ditahan di China karena melanggar hukum dan membuat pemasaran kasino dihentikan.

Sejak itu, Crown menarik diri dari rencana berekspansi di Asia, yang membuatnya berkompetisi dengan Wynn sebagai tujuan perjudian terbesar dunia di Macau, dan bergantung pada wisatawan China di Australia untuk meraup keuntungan.

Adapun, kesepakatan itu akan membuat Wynn menjadi penanggung jawab atas salah satu kawasan kasino mewah senilai 2,2 miliar dolar Australia bernama Barangaroo di tepi laut Sydney, yang dinobatkan Crown sebagai mesin penggenjot pertumbuhan di masa mendatang.

Wynn sebelumnya juga memiliki properti di Amerika Serikat dan Makau dan sepanjang tahun lalu terus meningkatkan promosi resor di Jepang, yang dipandang sebagai ‘tambang emas’ potensial berikutnya dan menjadi bekas target ekspansi Crown.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
crown group

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top