KEK Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur Indonesia

Pembangunan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia bagian Timur, yakni KEK Bitung, KEK Morotai, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 02 April 2019  |  06:21 WIB
KEK Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur Indonesia
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kedua kanan) meresmikan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/4/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia bagian Timur, yakni KEK Bitung, KEK Morotai, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. 

Pasalnya, ketiga KEK tersebut berada di lokasi yang sangat strategis yaitu dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan ALKI III yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional ke dan dari Asia Pasifik. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa selain itu, ketiganya merupakan jalur migrasi ikan tuna sehingga melimpah dengan bahan baku bagi industri perikanan.

"Dengan keunggulan itu diharapkan mampu mendorong penciptaan nilai tambah dan rantai nilai sehingga dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (1/4/2019).

Dengan keunggulan yang melekat atas tiga KEK ini, Menko Perekonomian menaruh harapan besar agar master plan dan business plan yang menjadi dasar aktivitas KEK dapat segera diwujudkan sesuai dengan yang direncanakan. Dengan peresmian 3 KEK ini, maka KEK yang telah beroperasi telah genap menjadi 10 KEK.

 "Dua KEK lainnya, yakni KEK Sorong dan KEK Tanjung Api-Api ditargetkan untuk beroperasi pada semester I tahun ini," ujarna.

Pemerintah menyelenggarakan pembangunan dengan mendorong kebijakan pembangunan kewilayahan, melalui pembangunan KEK, Kawasan Industri (KI), dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Kebijakan tersebut bertujuan utama untuk meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan, terutama di luar Pulau Jawa, dan meningkatkan daya saing ekonomi.  

Adapun dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan tersebut, Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur fisik antara lain pembangunan bandara, pelabuhan, jalan tol, kereta api, penyediaan air minum, energi seperti pembangkit-pembangkit tenaga listrik dan kilang minyak, serta ICT Digital.

”Pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik, Online Single Submission yang juga diterapkan di KEK,” pungkas Darmin Nasution.

Seperti diketahui bahwa hari ini, Senin (2/4/2019) Presiden Joko Widodo telah meresmikan tiga KEK di Kawasan Timur Indonesia, yang diproyeksikan dapat menarik investasi hingga sekitar Rp110 triliun dan menyerap 120.000 tenaga kerja, yakni KEK Bitung, KEK Morotai, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

KEK Bitung di Sulawesi Utara ditargetkan mampu menarik investasi Rp35,2 triliun dan menyerap 34.710 tenaga kerja. KEK Morotai di Maluku Utara ditargetkan dapat menarik investasi Rp37,24 triliun serta menyerap 30.000 tenaga kerja, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur diharapkan mampu menarik investasi Rp37,71 triliun dan 55.700 tenaga kerja.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
darmin nasution, kek, kek bitung kawasan ekonomi khusus bitung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top