Ralali Gandeng UKM Bisnis Kuliner

Ralali.com melucurkan fitur BIG Resto Fitur, untuk menarik pebisnis UKM kuliner di Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 Maret 2019  |  12:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ralali.com melucurkan fitur BIG Resto Fitur, untuk menarik pebisnis UKM kuliner di Indonesia.

BIG Resto Feature menawarkan kemudahan, tranparansi dan juga keamanan bagi pelaku bisnis, UKM serta UMKM di bidang kuliner dalam menemukan kebutuhan bisnis secara menyeluruh.

 Inovasi dari BIG Resto Feature berfokus dalam mengembangkan, memperkuat dan memajukan bisnis kuliner UKM dan UMKM di Indonesia secara segmented dan targeted. Kebutuhan baik berupa bahan dasar, alat pengolahan bahan makanan, kemasan hingga furniture sebagai perlengkapan pendukung dapat ditemukan di dalam BIG Resto Feature.

Chief Operating Officer Ralali.com, Alexander Lukman menambahkan jika di beberapa platform lainnya menghadirkan kemudahan mencari kebutuhan berdasarkan kategori dengan hanya menuliskan salah satu barang atau kebutuhan, maka bisa jadi barang yang tidak berkaitan muncul di tampilan.

"Hal sederhana ini menciptakan ketidanyamanan bagi pelaku UKM dan UMKM, dan BIG Resto Feature hadir menjawab persoalan itu dengan langsung mengemas secara segmented dan tergeted dengan menggunakan Big Data System di dalam BIG Resto Feature ditambah dengan harga grosir yang dihadirkan” katanya dalam siaran pers.

"Dengan hadirnya fitur ini benar-benar secara nyata membantu dan mempercepat perkembangan dan pertumbuhan usaha kuliner yang dimiliki serta bagian dari misi kami untuk mengembangkan, memperkuat dan memajukan UKM dan UMKM di Indonesia ditambah dengan rangkaian acara BIG Resto Vaganza ini sebagai wadah untuk mengembangkan bisnis para calon pelaku dan pelaku bisnis kuliner, pungkas Alexander Lukman selaku Chief Operating Officer Ralali.com.

Tjahya Widayanti selaku Direktur Jenderal Pedagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia turut menambahkan salah satu cara dalam memudahkan pelaku UKM dan UMKM untuk siap memasuki industri 4.0 adalah dengan menyiapkan ekosistem yang memudahkan mereka berdagang maupun mencari kebutuhan untuk memulai bisnisnya.

Lebih lanjut Sri Yunianti selaku Direktur Pangan Barang dari Kayu dan Furniture Kementerian Perindustrian RI memaparkan dalam sambutanya bahwa “Industri makanan dan minuman merupakan sektor industri yang menyumbang PDB terbesar di tahun 2018 sebesar 6,25% dan merupakan salah satu prioritas yang didorong untuk mengimplementasikan industri 4.0 pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top