Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perseteruan CPO Dengan Uni Eropa Jangan Berdampak ke Kakao

Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) berharap perseteruan Indonesia dengan Uni Eropa terkait perdagangan minyak sawit tidak berimbas sampai ke kinerja komoditas perkebunan lainnya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  18:01 WIB
Perseteruan CPO Dengan Uni Eropa Jangan Berdampak ke Kakao
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) berharap perseteruan Indonesia dengan Uni Eropa terkait perdagangan minyak sawit tidak berimbas sampai ke kinerja komoditas perkebunan lainnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya menyampaikan hingga saat ini produk kakao olahan asal Indonesia dikenakan bea masuk 4 - 6% sedangkan produk sejenis asal Afrika tarifnya 0%.

"Diharapkan bisa diselesaikan melalui perundingan EU CEPA, tapi kelihatannya sulit karena ada masalah dengan CPO kita," katanya kepada Bisnis melalui pesan singkat Kamis (21/3).

Sindra menambahkan perundingan terakhir, pihak Eropa meminta agar tarif bea keluar produk Indonesia seperti biji kakao dan produk sawit dinolkan.

Sindra menambahkan karena ada masalah di sawit, tentunya berpengaruh pada kakao. Oleh sebab itu dia khawatir akibat perseteruan, generalized system of preferences (GSP) atau fasilitas keringanan ekspor dari Indonesia ke Eropa dapat disetop.

"Ini yang sangat dikhawatirkan karena jika GSP distop, produk kakao bukannya mendapat pengurangan tarif bea masuk, malah ada penambahan tarif 3,5%," katanya.

Sindra berharap diskriminasi di kakao dan kelapa sawit bisa segera diselesaikan sehingga bisa meningkatkan ekspor ke Uni Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kakao
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top