Raup Modal US$7,6 Juta, Ini Para Investor di Balik Startup Kargo Tech.

Kargo Technologies, bisnis rintisan berupa pasar online angkutan logistik, berhasil menggalang dana tahap awal senilai US$7,6 juta.
Rinaldi Mohammad Azka | 20 Maret 2019 20:39 WIB
Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Kargo Technologies, bisnis rintisan berupa pasar online angkutan logistik, berhasil menggalang dana tahap awal senilai US$7,6 juta.

Platform rintisan ini menghubungkan shipper sektor ritel, e-commerce dan komersial dengan armada truk di seluruh Indonesia.  Pendanaan yang digalangnya merupakan tahap awal senilai US$7,6 juta, dipimpin oleh perusahaan venture capital Sequoia Capital India.

Adapun investor lainnya, yakni 10100 Fund milik Travis Kalanick, Pandu Sjahrir dan Agaeti Ventures, Patrick Walujo, salah satu pendiri Northstar Group, Intudo Ventures, Zhenfund, ATM Capital dan Innoven Capital.

CEO Kargo Tecnologies Tiger Fang menuturkan bahwa perantinya didesain untuk mengoreksi masalah ketersediaan, transparansi harga dan kurangnya kepercayaan dalam proses pembayaran melalui satu aplikasi yang mudah digunakan.

Dia menuturkan bahwa pihaknya akan menggunakan dana tahapan awalnya untuk memperkuat infrastruktur dan teknologinya. Kargo juga berencana melakukan rekruitmen besar-besaran di Indonesia untuk membangun operasi kelas dunia dan tim teknologi.

“Jika proses penawaran dan penerimaan order dibuat lebih efisien, pemakaian jumlah truk yang tersedia bakal lebih maksimal. Semua shipper dan transporter yang terdaftar di Kargo sudah diverifikasi, sehingga bisa dipercaya dan dijamin kualitasnya," klaimnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/3/2019).

Dia mengklaim dengan sistem seperti ini dapat membantu menaikkan potensi penghasilan para pengemudi truk, dan memastikan takkan ada lagi truk yang muatan baliknya kosong melintas di ruas-ruas jalan antarkota Indonesia.

Truk yang mengangkut muatan dari sentra-sentra produksi perkotaan, lanjutnya, seringkali pulang tanpa muatan. Sementara itu, pengemudi truk biasanya harus menelepon berbagai pihak atau mengecek berbagai grup Whatsapp hanya untuk mendapatkan order sekali-jalan. 

"Itu pun membutuhkan kontrak tertulis, sementara pembayaran bisa tertunggak sampai berminggu-minggu," ungkapnya.

Bisnis rintisan ini bertujuan mengubah industri logistik karena teknologi yang dimilikinya bisa bikin proses transaksi dan pengangkutan lebih efisien, transparan dan akuntabel. 

Shipper, transporter dan pengemudi truk bisa berinteraksi, bertransaksi dan memantau pergerakan kiriman secara real-time di platform Kargo melalui situs www.kargo.tech, dan dalam waktu dekat, melalui aplikasi ponsel tipe Android yang saat ini dalam fase pengujian beta. 


"Sejauh ini, sejumlah perusahaan e-commerce, toserba dan nama besar di industri FMCG sudah mengandalkan Kargo untuk memposting ratusan order tiap minggu," ungkapnya.

Kargo didirikan pada 2018 oleh Tiger Fang yang menjadi CEO Kargo, dan Yodi Aditya, selaku CTO Kargo. Sebelumnya, Tiger mengantongi 6 tahun pengalaman membangun pasar-pasar online di Asia.

Tiger meluncurkan Uber di Indonesia, Malaysia dan Thailand, dan kemudian memperluas operasi Uber di Indonesia dan Cina Barat dalam posisinya sebagai General Manager. 

Dia sempat menjadi salah satu pendiri Lazada di Thailand dan Vietnam. Sementara itu, Yodi Aditya adalah software engineer yang memiliki pengalaman luas membangun platform online untuk industri logistik, penerbangan dan keuangan di Indonesia dan Singapura. 

Managing Director at Sequoia Capital (India) Singapore Shailendra Singh menilai logistik merupakan industri yang sangat besar dan tidak efisien.

“Karena itu, berbagai platform online angkutan bermunculan di berbagai negara. Sequoia India senang sekali bisa mendukung tim Kargo yang tengah berupaya mentransformasi industri logistik di Indonesia,” ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, kargo, StartUp

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup