The Loggia Mulai Ground Breaking Setelah Pemilu

Farpoint Realty Indonesia akan memulai proyek kondomonium The Loggia setelah melewati bulan pemilu 2019 pada kuartal ketiga.
Putri Salsabila | 14 Maret 2019 17:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Farpoint Realty Indonesia akan memulai proyek kondomonium The Loggia setelah melewati bulan pemilu 2019 pada kuartal ketiga.

Head of SBU Residential Farpoint Mulyadi Janto mengatakan bahwa dirinya tetap optimis walaupun tidak mengelak bahwa properti sedang melewati tahun lesunya yang cukup lama. Mulyadi meyakini bahwa ini adalah sebuah siklus biasa dalam dunia properti.

"Ini sebetulnya suatu siklus pasti nanti akan kembali lagi, memang ekonomi indonesia terpengaruh dari sisi politik karena tahun ini tahun pemilu, saya yakin setelah pemilu, 2020-2021 akan sangat banyak investor-investor antusias dan pergerakan aktivitas ekonomi pun kian membaik," ujarnya Kamis (14/3/2019).

Kondominium ditargetkan akan selesai pembangunannya pada 2022 dengan target penjualan sebanyak 10%-20% dari total unit. kondomonium The Loggia akan menyasar kelas menengah atas dengan lokasi yang berdekatan dengan kawasan segitiga emas, central business district (CBD) Jakarta.

The Loggia akan mulai dipasarkan pada 2019. Lokasi The Loggia hanya berjarak 5 km dari lokasi bisnis SCBD Jakarta, Pejaten Village dan Lingkar Mega Kuningan.

Dia menjelaskan, komposisi saham dalam kerja sama Farpoint dan Tokyo Tatemono masing-masing 55% dan 45%. Kedua perusahaan tersebut menggelontorkan dana investasi Rp1,2 triliun untuk proyek Te Loggia.

Dia mengatakan bahwa usaha patungan dengan Tokyo Tatemono didasarkan pada visi dan nilai yang sama dari kedua perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Direktur Eksekutif Tokyo Tatemono Asia Pte. Ltd. Ryutaro Nishimura mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat membangun kemitraan dengan Farpoint.

Menurutnya, Indonesia menjadi pasar penting bagi Tokyo Tatemono. Perekonomian Indonesia, katanya, telah tumbuh positif dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan pencapaian produk domestik bruto (PDB) tertinggi di Asia Tenggara.

Selain itu, rerata usia masyarakat di Indonesia adalah 28 tahun, berbeda jauh dibandingkan dengan Jepang rerata 43 tahun. Oleh karena itu, Ryutaro menilai bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

"Ekspansi yang kami lakukan juga merupakan strategi perusahaan karena pasar properti Jepang sudah melambat. Oleh karena itu, kami menyasar negara-negara Asia Tenggara untuk mengantisipasi pasar dalam 2 tahun ke depan," jelas dia.

Tokyo Tatemono merupakan perusahaan yang sudah berkembang sejak 1896 dan saat ini merupakan pengembang properti tertua di Jepang. Tokyo Tatemono telah mengambangkan berbagai bisnis, mulai dari realestat, manajemen properti, perhotelan, fasilitas operasional resor, ritel, dan lainnya.

Kerja sama strategis dengan Farpoint merupakan yang keempat di Asean setelah Singapura, Myanmar, dan Thailand.

Selain itu, The Loggia memiliki desain yang khusus diciptakan oleh arsitektur ternama dunia Yoshiharu Tsukamoto, Co-principal Architect Atelier Bow-Wow sekaligus Profesor Tokyo Institute of Technology, Dr Eng.

Tag : kondominium
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top