Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Kabel Listrik Diproyeksi Tumbuh 2 Digit, Ini Penyebabnya

Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) memproyeksi kapasitas produksi dalam negeri dapat meningkat 10%--15% dari kapasitas pada akhir 2018, terdorong oleh bertambahnya pabrik kabel listrik menjadi 24 unit pada tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  19:00 WIB
Pekerja menarik gulungan kabel listrik PLN untuk kereta ringan/Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (13/4). - Antara/Nova Wahyudi
Pekerja menarik gulungan kabel listrik PLN untuk kereta ringan/Light Rail Transit (LRT) di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (13/4). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) memproyeksi kapasitas produksi dalam negeri dapat meningkat 10%--15% dari kapasitas pada akhir 2018, terdorong oleh bertambahnya pabrik kabel listrik menjadi 24 unit pada tahun ini.

Ketua Umum APKABEL Noval Jamalullail mengatakan bahwa industri dalam negeri akan berusaha menjaga utilitas pabrik dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan produk transmisi dan distribusi energi PT PLN (Persero) di rentang 70%--80%. Menurutnya, utilitas pabrik dapat mencapai level 90% jika tidak ada penambahan pabrik baru pada tahun ini.

"Sekitar 70%--80% itu untuk transmisi dan distribusi [listrik proyek PLN], 20%--30% untuk private sector," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (13/3/2019).

Sementara itu, Noval mengemukakan proyek transmisi listrik bawah tanah PLN membuat industri kabel dalam negeri terpacu untuk menambahan kapasitas produksi produk tersebut. Tahun ini, ujarnya, akan ada tambahan mesin produksi yang membuat total mesin produksi kabel transmisi listrik bawah tanah menjadi sembilan unit.

Adapun, enam dari sembilan mesin tersebut dapat memproduksi 210 km per bulan, sementara sisanya dapat menghasilkan 75 km per bulan. Dengan kata lain, produksi kabel transmisi listrik bawah tanah berkapasitas 50Kv--150Kv (Kilovolt) pada tahun ini melesat 103,57% menjadi 3.420Km per tahun dari 1.680Km per tahun pada tahun lalu.

Noval menambahkan dengan adanya penambahan pabrik hasil investasi, asoisasi memperkirakan akan ada lonjakan kebutuhan kabel listrik pada tahun ini. Menurutnya, pendorong pertumbuhan produksi kable pada tahun ini adalah transmisi listrik dari proyek 35.000 megawatt dan distribusi listrik PLN yang masing-masing senilai sekitar Rp5 triliun.

Noval menghitung permintaan kabel listrik layang berkapasitas 150Kv--500Kv untuk mentransmisikan daya dari pembangkit listrik ke gardu mencapai sekitar 64.400Km pada tahun ini. Adapun pulau Jawa hanya akan menyerap 19,87% atau sekitar 12.400Km kabel listrik layang untuk transmisi daya proyek 35.000 megawatt.

Namun demikian, Noval mengutarakan mayoritas pabrik kabl listrik lokal masih memproduksi kabl distribusi listrik berkekuatan 1Kv--20Kv. Seperti diketahui, kabel distribusi merupakan kabel yang menghubungkan listrik dari gardu listirk ke rumah-rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabel listrik
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top