Ganda Land Garap Hunian Bernuansa Wisata Air

Ganda Land mengembangkan proyek di Bali dan Lombok yang berkaitan erat dengan wisata air.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  10:22 WIB
Ganda Land Garap Hunian Bernuansa Wisata Air
Wisatawan berenang di kawasan Pantai Sanur, Bali. - ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Bisnis.com,JAKARTA — Ganda Land mengembangkan proyek di Bali dan Lombok yang berkaitan erat dengan wisata air.

Di Bali, perusahaan akan membangun empat proyek berupa private residence setara apartemen, premium residence setara dengan kondo-vila, rumah bandar, dan hotel di Bali.

General Manger Marketing Ganda Land Indra Saktiadi mengatakan bahwa di Bali, tingkat huniannya tinggi dan sebagai tujuan utama wisata air.

“Bali itu kan jadi tempat wisata air nomor satu di Indonesia, nomor empat dunia, jadi kami fokuskan juga dulu untuk pengembangan di sini,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/2/2019).

Selain untuk tujuan wisata, Bali juga dianggap menjadi tujuan tepat untuk bisnis dan edukasi dengan lingkungannya yang kental akan adat dan budaya.

“Okupansinya sudah bagus sekali. Kalau di produk sebelumnya yang vila-vila sudah mencapai 67%. Kalau yang di Lavaya ini kami pertama hanya menargetkan di bawah itu, sekitar 30%—60% dulu,” kata Indra.

Di Bali, Ganda Land juga berfokus mengembangkan hunian dan resor dengan komposisi 50:50 karena lokasi yang dekat dengan pusat kota.

Melalui keempat proyeknya di Bali, Ganda Land memiliki target pasar mulai dari wisatawan lokal dan mancanegara hingga mahasiswa yang berkuliah di Universitas Udayana.

“Ke Kuta cuma 15—20 menit karena dekat tol, tapi dekat juga dengan [Universitas] Udayana, banyak dari orang luar Bali yang sekolah di sana, butuh hunian juga.”

Dengan adanya empat produk, hotel dan kondo-vila biasanya sewanya untuk harian, tetapi apartemen umumnya disewakan dalam jangka panjang, bahkan sampai tahunan.

“Ada juga yang apartemen, banyak investor yang beli dan kemudian manajemennya diserahkan kembali ke kami untuk sewanya,” kata Indra.

Selain di Bali, Ganda Land juga berencana melebarkan sayap di lokasi wisata lain seperti di Lombok dengan tetap meilhat prospek wisatawan ke depan.

“Kebetulan land bank kami cukup banyak, hampir 70% di wilayah wisata air, seperti Bali dan Lombok. Jadi, pengembangan ini tetap kami lihat prospek ke depan sih. Kami mau akan bangun apa, nanti di lahan yang sudah kami miliki.”

Selain itu, yang memudahkan Ganda Land dalam pengembangan properti di kawasan wisata adalah sudah tersedianya izin mendirikan bangunan (IMB).

“Kendala pembangunan dan penjualan bagi kami minim karena di Bali memang masih jadi pasar yang seksi. Ditambah lagi juga kami terlebih dahulu sudah punya IMB. Jadi, bukan punya uang dulu terus dibangun, melainkan sudah ada izinnya. Jadi, bisa lebih cepat dan tepat waktu,” kata Indra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisata bali

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top