Tol NS Link Bandung: Groundbreaking Proyek Tunggu Restu DPRD

Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS memastikan proyek NS Link menunggu pembahasan dengan panitia khusus DPRD Jabar sebagai bagian dari revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Jabar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  16:36 WIB
Tol NS Link Bandung: Groundbreaking Proyek Tunggu Restu DPRD
Pekerja beraktivitas pada proyek pembangunan jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG – Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS memastikan proyek NS Link menunggu pembahasan dengan panitia khusus DPRD Jabar sebagai bagian dari revisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Jabar.

Menurutnya pihaknya berharap pembahasan bisa dipercepat agar persetujuan DPRD segera keluar dalam waktu dekat.

“NS Link dimungkinkan bisa [dimulai] kalau sudah di dalam ada kesepakatan dengan DPRD saya pikir bisa,” tuturnya Senin (25/2/2019).

Menurutnya kesepakatan antara dewan dengan Pemprov Jabar ini bisa dipakai sebagai landasan groundbreaking bisa dimulai sebelum revisi RTRW Jabar disahkan oleh dewan.

Taufiq sendiri menilai cepat lambatnya persetujuan RTRW tidak akan berpengaruh pada agenda infrastruktur yang sudah disiapkan oleh Pemprov Jabar. “Prinsipnya sudah bisa mulai,” ujarnya.

BUMD PT Jasa Sarana memastikan proyek tol North-South [NS] Link Bandung sudah siap untuk dilakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik meski ada usulan baru perubahan trase.

Direktur  PT Jasa Sarana Dyah Wahyusari mengatakan proyek yang menghubungkan Pasir Koja-Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) ini sudah masuk dalam tata ruang Kota Bandung dan revisi RTRW Jawa Barat.

“Kami sekarang menunggu pengesahan revisi RTRW Jabar, setelah DPRD Jabar selesai reses, itu disetujui, kami bisa langsung groundbreaking,” katanya di Bandung, Senin (25/2/2019).

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga memastikan jika proyek tol NS Link tersebut akan dilanjutkan pihaknya karena bagian dari rencana induk kelancaran lalu lintas Metropolitan Bandung Raya."Jadi kelancaran kota metropolitan itu terbagi dua, memperbanyak jalur baru juga memperbanyak utamanya transportasi publik," ujarnya.

Menurutnya karena tol ini dibangun dilahan Pemprov maka pihaknya akan memerintahkan PTJasa Sarana ikut terlibat meski dana swasta yang akan dikucurkan. "Itu lahan Pemprov, hanya lokasinya di Bandung, maka Jasa Sarana yang akan mengerjakan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota bandung, Tol Bandung

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top