Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permendag Berakhir, Impor Produk Tertentu lewat Tanjung Balai Asahan Bakal Jalan Lagi

Impor melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan mulai berjalan lagi setelah aturan impor produk tertentu berakhir 31 Desember 2018.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  20:58 WIB
Foto aerial Terminal Penumpang Teluk Nibung, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, di Tanjungbalai, Sumatra Utara, Selasa (19/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Foto aerial Terminal Penumpang Teluk Nibung, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, di Tanjungbalai, Sumatra Utara, Selasa (19/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Bisnis.com, TANJUNG BALAI -- Impor melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan mulai berjalan lagi setelah aturan impor produk tertentu berakhir 31 Desember 2018.
 
General Manager PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjung Balai Asahan Aulia Rahman Hasibuan mengatakan importir mulai melakukan uji coba impor setelah tiga tahun berhenti mengimpor.
 
"Kemarin, ada impor lem masuk. Mereka mulai uji coba impor lagi. Saya sudah bicara juga dengan beberapa importir, mereka mau mulai impor lagi," katanya, Rabu (20/2/2019).
 
Pemerintah membatasi impor produk tertentu mulai 1 November 2015 melalui Peraturan Menteri Perdagangan No 87/M-DAG/PER/10/2015 yang diteken Mendag saat itu Thomas Trikasih Lembong.
Produk yang dibatasi meliputi produk makanan dan minuman, obat tradisional dan suplemen kesehatan, kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga, pakaian jadi dan barang tekstil sudah jadi lainnya, alas kaki, elektronik, dan mainan anak-anak. 
 
Hanya 10 pelabuhan laut yang boleh menjadi pintu masuk produk-produk itu, yakni Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang.
Selanjutnya Tanjung Perak di Surabaya, Soekarno Hatta di Makassar, Dumai di Dumai, Jayapura di Jayapura, Tarakan di Tarakan, Krueng Geukuh di Aceh Utara, dan Bitung di Bitung.
 
Sejak saat itu, pelaku usaha menyetop impor dari Tanjung Balai Asahan.
 
Volume impor lewat Tanjung Balai Asahan pada 2018 sebanyak 14.288 m3.
Menurut  Aulia, volume impir banyak disumbang oleh boks pendingin ikan. Kotak itu semula dipakai eksportir ikan asal Tanjung Balai. 
Ketika kembali ke Tanjung Balai, boks itu dihitung sebagai impor. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pelabuhan tanjung balai asahan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top