Modernisasi Terminal Tanjung Balai Bakal Dongkrak Turis Malaysia

Jumlah wisatawan asal Malaysia yang melancong ke Sumatra Utara melalui pintu masuk Pelabuhan Tanjung Balai Asahan diharapkan meningkat setelah terminal penumpang dimodernisasi.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:09 WIB
Modernisasi Terminal Tanjung Balai Bakal Dongkrak Turis Malaysia
Pengendara motor melintas di dekat Terminal Penumpang Teluk Nibung, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, di Tanjungbalai, Sumatra Utara, Selasa (19/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, TANJUNG BALAI – Jumlah wisatawan asal Malaysia yang melancong ke Sumatra Utara melalui pintu masuk Pelabuhan Tanjung Balai Asahan diharapkan meningkat setelah terminal penumpang dimodernisasi.


General Manager PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjung Balai Asahan Aulia Rahman Hasibuan menyebutkan turis Malaysia saat ini rata-rata hanya 5% dari arus penumpang naik dan turun di Tanjung Balai Asahan yang sekitar 80 orang per hari. Selebihnya adalah orang Indonesia, terutama warga Sumut dan Aceh, yang bekerja atau sekadar melancong ke Malaysia.


Dia berharap jumlah wisatawan asal Negeri Jiran meningkat menjadi 15% mengikuti target kenaikan arus penumpang menjadi 250--300 orang per hari saat terminal baru dioperasikan mulai April. 


“Lima tahun ke depan diharapkan 30:70 [komposisi antara wisatawan Malaysia yang ke Sumut dan warga lokal yang ke Malaysia],” katanya, Rabu (20/2/2019).


Pengembangan terminal baru di sebelah terminal existing kini telah rampung 100% secara fisik. Terminal seluas 1.480,5 meter persegi itu telah dilengkapi ruang karantina perikanan dan pertanian serta pemeriksaan imigrasi. Bangunan dua lantai yang atapnya didesain bak cangkang kerang tersebut tinggal dilengkapi dengan interior.


Aulia menuturkan, saat ini wisatawan Malaysia cenderung memilih masuk melalui Bandara Internasional Kualanamu ketika akan berwisata ke Sumut. 


Padahal, Danau Toba lebih dekat diakses lewat Tanjung Balai Asahan. Selain itu, harga tiket feri sekali jalan dari Malaysia ke Tanjung Balai hanya Rp350.000 per orang, separuh dari harga tiket Kuala Lumpur-Kualanamu yang sekitar Rp700.000 per orang.


Sayangnya, promosi yang kurang membuat Tanjung Balai Asahan kurang popular di mata wisatawan Malaysia. Ke depan Pelindo I Cabang Tanjung Balai Asahan akan mengajak Port Klang bersinergi mempromosikan pariwisata Sumut dengan meneken nota kesepahaman sister city.


Pelindo I juga akan bekerja sama dengan perusahaan otobus dan travel untuk menempatkan beberapa armadanya di Tanjung Balai Asahan untuk mengantar wisatawan ke sejumlah destinasi wisata.


Selain itu, Pelindo I akan bekerja sama dengan pelayaran agar menambah armada feri yang lebih modern dan cepat sehingga menarik minat turis Malaysia. 


Sejauh ini, dua perusahaan pelayaran telah melayani pengangkutan ke Malaysia. Pertama, PT Sinar Jaya Abadi yang mengoperasikan feri dengan rute Tanjung Balai Asahan-Port Klang enam kali sepekan. Kedua, PT Hutan Melintang Ferry terminal dengan rute feri Tanjung Balai Asahan-Perak sekali sepekan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, malaysia, pelabuhan tanjung balai asahan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top